CGAS menargetkan pendapatan Rp 879 miliar dan laba bersih Rp 23,9 miliar di 2026, dengan proyeksi pertumbuhan 20% YoY di Q3-2026. Perusahaan ekspansi ke pasar ritel dan rencana menambah 2 stasiun gas menjadi 9 di 2027.
Emiten seperti DCII meraih kredit investasi hingga Rp 17 triliun dari BBCA, disusul ERAL, IFSH, BOAT, CGAS, dan CBRE yang turut mengamankan pinjaman bank untuk ekspansi di tengah bayang-bayang suku bunga tinggi.
DCII meraih fasilitas kredit investasi hingga Rp 17 triliun dari BCA, sementara ERAL, IFSH, BOAT, CGAS, dan CBRE turut memperoleh fasilitas pinjaman bank untuk modal kerja dan ekspansi.
11 dari 18 saham IPO 2024 melemah; beberapa jatuh hingga gocap, sementara CGAS disuspensi. Tekanan menandakan risiko tinggi pada saham IPO berkapitalisasi kecil dan likuiditasnya.
CGAS turun 60,94% dari harga IPO dan disuspensi, menandakan risiko volatilitas serta kepercayaan investor tinggi. Rencana 3 stasiun CNG dan 1 LNG memberi katalis, tetapi dampak keuangan belum terbukti.
CGAS đầu tư Rp161,5 tỷ xây trạm LNG Karawang; potensi tambah pendapatan Rp135 miliar/tahun. Sentimen positif, tetapi target bergantung pada penyelesaian proyek dan realisasi permintaan.
PT Citra Nusantara Gemilang (CGAS) akan melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO dengan melepas 531,429 juta saham dan menargetkan raihan dana segar Rp 179,62 miliar
Delapan emiten baru akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2024, termasuk PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) dan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) dengan dana segar maksimal Rp 162,5 miliar dan Rp 179,6 miliar