MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG rawan melanjutkan koreksi ke level 6.118-6.141 usai turun 0,75% ke 6.146, sembari merekomendasikan Trading Buy untuk BIPI (TP Rp140-Rp147) dan Buy on Weakness untuk DEWA (TP Rp380-Rp396).
BIPI memenangkan tender Waste to Energy Danantara didukung suntikan dana Rp1,06 triliun dari Grup Bakrie serta kemitraan US$1,5 miliar dengan Grup Humpuss. Selain itu, BIPI mendivestasi anak usaha batubara senilai Rp1,79 triliun yang membebaskannya dari kewajiban penjamin utang (corporate guarantor) sebesar Rp4 triliun.
Nilai tukar rupiah melemah 0,30% ke level Rp 17.796 per dolar AS mendekati level psikologis Rp 18.000 di tengah minimnya ruang intervensi Bank Indonesia menjelang libur nasional. Pelemahan ini memicu lonjakan risiko inflasi yang memaksa masyarakat kelas menengah menahan belanja besar dan mengurangi konsumsi.
Wall Street menguat mendekati rekor tertinggi dipimpin lonjakan saham semikonduktor Micron (+13,3%) dan indeks Nasdaq (+1,12%) berkat optimisme AI serta ekspektasi pertumbuhan laba Q1-2026 sebesar 29%. Kenaikan ini terjadi di tengah pasar yang tetap mewaspadai tensi AS-Iran dan lonjakan harga minyak Brent hingga 2,7%.
IHSG berhasil rebound 1,10% ke level 6.162,04 setelah terkoreksi delapan hari berturut-turut dengan total transaksi mencapai Rp 21,56 triliun. Kendati investor asing masih mencatat net sell harian Rp 309,45 miliar, saham MDKA dan BRMS memimpin aksi beli bersih asing masing-masing sebesar Rp 173,62 miliar dan Rp 171,23 miliar.
TPIA masuk MSCI Global Standard, berpotensi menarik arus dana pasif; TOWR dan SMGR turun ke Small Cap, berisiko tertekan. Dampak jangka pendek cenderung positif bagi saham yang masuk indeks, negatif bagi yang terdepak.