MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat jangka pendek menguji 5.046-5.133 setelah terkoreksi 3,64% ke 4.996, namun waspadai pembalikan ke 4.766-4.846. Rekomendasi Trading Buy untuk AADI di Rp9.900-10.075 dengan target Rp10.400-10.650.
Alamtri Resources (ADRO) melanjutkan program buyback saham senilai Rp5 triliun mulai 20 Oktober 2026, yang telah disetujui RUPST 17 April 2026 dengan periode pelaksanaan 12 bulan, didukung kondisi keuangan dan likuiditas yang solid.
Menteri ESDM Bahlil mengumumkan relaksasi terbatas produksi batu bara Indonesia, yang berpotensi meningkatkan volume produksi dan pendapatan emiten batu bara.
Menteri Bahlil melaporkan rata-rata ICP Januari-Oktober mencapai US$ 91-92/barel, sementara ICP September 2026 melonjak 26% ke US$ 112,81/barel akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah dan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Harga batu bara juga naik ke US$ 154/ton untuk kalori tinggi 6.322 kcal/kg GAR.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan melakukan relaksasi terbatas produksi batu bara melebihi target RKAB 2026 (~600 juta ton) karena harga batu bara tembus US$154/ton (kalori 6.330 kcal/kg GAR), guna meningkatkan devisa negara. Selain itu, pabrik ekosistem baterai mobil listrik CATL-IBC di Karawang akan segera diresmikan.
Harga batu bara naik mencapai 154 dolar AS per ton untuk kalori 6322, Menko Bahlil Lahadalia berharap produksi dinaikkan dengan relaksasi terbatas untuk mendorong penerimaan devisa. Pemerintah juga akan meresmikan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang kerja sama CATL dan BUMN.
Survei terbaru menunjukkan persaingan sangat ketat antara Lula dan Bolsonaro dalam pilpres Brasil, sehingga hasil pemilu sulit diprediksi dan menimbulkan ketidakpastian politik di salah satu eksportir komoditas terbesar dunia.
IHSG anjlok 1,33% ke level 5.863,78 dengan 567 saham melemah, meski investor asing justru melakukan net buy Rp567,96 miliar. 10 saham yang paling banyak dilepas asing antara lain ITMG (Rp33,83 miliar), GOTO (Rp22,51 miliar), dan TLKM (Rp17,92 miliar).
Kementerian ESDM mengalokasikan 154 juta ton batu bara untuk pembangkit listrik PLN pada 2026 melalui kebijakan DMO, ditambah 5 juta ton untuk industri semen, dengan total produksi nasional ditargetkan 700-an juta ton dari revisi RKAB 2026.
Kementerian ESDM menyetujui revisi RKAB 2026 dengan target produksi batu bara 700 juta ton (naik dari rencana awal 600-an juta ton namun turun dari realisasi 2025 sebesar 817,48 juta ton) dan nikel 290-an juta ton (turun dari realisasi 2025 sebesar 379 juta ton), dengan DMO PLN sebesar 154 juta ton. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan-permintaan dan mendongkrak harga komoditas global.
Mendag Budi Santoso membahas peluang ekspor manufaktur ke India dengan delegasi bisnis India di TEI 2026. Perdagangan bilateral Jan-Ags 2026 mencapai US$16,62 miliar dengan surplus Indonesia US$8,99 miliar; sektor yang dijajaki meliputi otomotif, furnitur, dan mineral strategis seperti logam tanah jarang.
Harga minyak Brent bertahan stabil sementara pelaku pasar mengawasi kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap armada bayangan global, yang berpotensi menambah pasokan minyak mentah ke pasar dunia.
IHSG melemah lebih dari 1% ke level 5.800-an dengan Rupiah merosot ke Rp 17.948/USD, sementara harga batu bara mendekati USD 150/ton dan minyak mentah bertahan di atas USD 100/barel akibat risiko gangguan pasokan.
Dua kereta api pengangkut batu bara (babaranjang) bertabrakan di Stasiun Talang Baru OKU, Sumatera Selatan, menyebabkan 2 lokomotif terguling, 3 gerbong anjlok dari KA 4045, serta 1 lokomotif anjlok dan 12 gerbong terguling dari KA 4136, dengan 2 awak kereta luka.
IHSG turun 2,16% ke level 5.814,72 dengan net foreign sell Rp182,94 miliar. TLKM paling banyak dijual asing (Rp34,93 M), sementara BBCA paling banyak dibeli asing (Rp104,89 M).
IHSG ditutup menghijau dengan net buy investor asing terhadap 10 saham tertentu, menandakan arus dana masuk (inflow) ke bursa; namun tidak ada rincian nama saham atau nilai beli dalam artikel sehingga analisis terbatas.
Rupiah mendekati level Rp18.000 per USD akibat tekanan global, dan Bank Indonesia memastikan melakukan intervensi pasar untuk menahan pelemahan lebih lanjut.
Harga minyak dunia melonjak karena serangan Rusia dan ketegangan di Timur Tengah yang mengancam pasokan global. Artikel tidak merilis angka harga spesifik, namun pemicu geopolitik ini biasanya mendorong harga minyak naik tajam dalam jangka pendek.
Serangan Houthi yang menargetkan kantor pusat Aramco di Arab Saudi meningkatkan risiko geopolitik Timur Tengah dan berpotensi mendorong lonjakan harga minyak mentah global akibat ancaman terhadap fasilitas produksi dan ekspor minyak Saudi.
Perusahaan milik Haji Isam (Grup Adaro/Dharma Satya Nusantara terkait) menggelontorkan dana Rp 26,09 triliun untuk mengambil alih (caplok) saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu produsen batu bara besar Indonesia.
Krisis batu bara mematikan listrik pabrik-pabrik di India akibat stok batu bara pembangkit listrik yang menipis, sehingga India dipaksa menaikkan impor batu bara — permintaan yang menguntungkan eksportir batu bara Indonesia (kalor 4.200 kcal/kg GCV).
Konflik Timur Tengah eskalasi, harga minyak Brent bertahan di atas US$100/barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan. Sentimen positif untuk saham hulu migas dan energi, negatif untuk sektor transportasi dan petrokimia.
Anak usaha ADRO, PT Lahai Coal, merealisasikan biaya eksplorasi USD3,69 juta (Rp66,17 miliar) untuk 248 titik pengeboran di area West Usai-Melibu guna memetakan potensi penambahan cadangan batu bara.
IHSG diperkirakan MNC Sekuritas rawan terkoreksi ke rentang 5.850-5.911 meski sebelumnya menguat 1,36% ke 6.118, diiringi rekomendasi Trading Buy untuk saham ADRO dan INCO.
Aksi buyback masif oleh emiten blue-chip mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan di tengah valuasi yang menarik. Langkah ini berpotensi memberikan support harga jangka pendek dan meningkatkan kepercayaan investor ritel.
Pasar menunjukkan stabilitas dengan aliran modal asing yang netral dan volatilitas rendah. Sektor energi tetap menjadi penggerak utama di tengah kondisi makro yang stabil.
IHSG terkoreksi 1,22% ke level 6.130,19 diiringi net sell jumbo asing senilai Rp 1,6 triliun, meskipun saham JPFA dan FILM tetap diborong asing masing-masing Rp 264,97 miliar dan Rp 238,62 miliar.
IHSG menguat 0,72% ke level 6.206,35 dan diproyeksikan melanjutkan penguatan terbatas di rentang support 6.145 hingga resistance 6.239 pada perdagangan Selasa (26/5). Analis merekomendasikan saham ADRO, ELSA, dan EXCL seiring meredanya tensi geopolitik AS-Iran meski pasar dibayangi sentimen rebalancing indeks MSCI.
IHSG dibuka menguat 0,29% ke level 6.179,67 didorong reli saham SCMA (+2,73%), ISAT (+2,44%), dan BBRI (+2,30%). Namun, sektor energi seperti CUAN (-5,63%) dan DEWA (-4,23%) tertekan oleh volatilitas jelang implementasi ekspor komoditas Danantara per 1 Juni 2026.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah tipis 0,08% ke level 440,74 tertekan anjloknya saham BUMI (-5,41%), TAPG (-4,94%), dan DEWA (-4,76%). Koreksi indeks komoditas tertahan oleh penguatan saham perbankan besar seperti BBRI (+1,97%) dan BBCA (+1,69%) di tengah sentimen ketegangan Selat Hormuz dan penantian rebalancing MSCI.
Meskipun IHSG ambles 8,35% ke level 6.162,04 tertekan anjloknya saham TPIA (-53,49%) dan DSSA (-47,34%), investor asing tercatat selektif memborong saham mineral dan komoditas dengan net buy terbesar pada MDKA (Rp691,1 miliar), BRMS (Rp414,3 miliar), dan BUMI (Rp413,1 miliar).
Meski IHSG anjlok 8,35% dalam sepekan ke level 6.162,04 dan mencatat net sell asing Rp 2,03 triliun, investor asing terpantau mengakumulasi saham tambang dan energi seperti MDKA (Rp 691,09 miliar), BRMS (Rp 414,27 miliar), dan BUMI (Rp 413,08 miliar).
Kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menciptakan ketidakpastian regulasi dan risiko birokrasi yang menekan margin emiten komoditas. Sentimen ini memperburuk risk premium pasar di tengah tekanan outflow asing dan pelemahan Rupiah, memicu volatilitas tinggi pada saham sektor energi dan batubara.
Ketidakpastian skema satu pintu ekspor menekan sentimen pada emiten batu bara dan CPO; perluasan ke logam serta LNG menambah risiko kebijakan. Investor menunggu rincian implementasi dan dampaknya pada arus dana eksportir.
Penghapusan empat emiten (DSSA, DAAZ, HILL, MLIA) dari indeks FTSE Russell memicu potensi outflow dana asing dari passive funds hingga Rp 5,2 triliun. Penurunan bobot Indonesia dalam indeks FTSE Emerging Markets dari 0,88% menjadi 0,86% mencerminkan risiko likuiditas jangka pendek bagi saham-saham terkait dan sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia.
IHSG berhasil rebound 1,10% ke level 6.162,04 setelah terkoreksi delapan hari berturut-turut dengan total transaksi mencapai Rp 21,56 triliun. Kendati investor asing masih mencatat net sell harian Rp 309,45 miliar, saham MDKA dan BRMS memimpin aksi beli bersih asing masing-masing sebesar Rp 173,62 miliar dan Rp 171,23 miliar.
Kebijakan ekspor batu bara satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) per September 2026 memicu aksi jual masif yang menekan saham BUMI (-6,99%), INDY (-6,15%), HRUM (-5,16%), dan ADRO (-4,29%). Tekanan dipicu oleh potensi penurunan margin, hilangnya fleksibilitas negosiasi ASP langsung, dan risiko kurs transaksi.
Kebijakan baru Presiden Prabowo terkait ekspor satu pintu via BUMN untuk komoditas batu bara, CPO, dan paduan besi senilai US$65 miliar menekan saham swasta seperti ADRO (-6%) dan BYAN (-2,18%), sedangkan emiten BUMN PTBA melonjak 6,79%.
Rencana buyback ADRO, KLBF, BBRI, dan GOTO berpotensi menopang harga saham serta meningkatkan EPS. Dampak bergantung pada nilai dan realisasi pembelian.
IHSG naik 3,22% sepekan dengan transaksi menguat; asing memborong TPIA dan BBNI. Namun, investor asing masih mencatat jual bersih tipis sepanjang 2024.
Dividen PTBA dan ADRO menarik dari sisi imbal hasil, tetapi penurunan laba dan risiko dividend trap membatasi daya tarik. Pergerakan berpotensi lebih aktif menjelang cum date dan melemah saat ex-date.
SRTG membagikan dividen Rp22 per saham dengan yield 1,42%, ditopang arus kas dividen kuat meski mencatat rugi bersih akibat penurunan nilai portofolio. Dampak positif terbatas; risiko valuasi investasi tetap tinggi.
Dividen Rp298,43 miliar ditopang arus kas dividen dan divestasi kuat meski SRTG rugi Rp10,15 triliun akibat penurunan nilai portofolio. Diskon besar terhadap NAV mendukung potensi revaluasi, tetapi kinerja tetap rentan volatilitas aset.
IHSG naik 0,93% ke 7.246, ditopang penguatan luas dan reli BRPT. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mengangkat sentimen, tetapi reli saham Prajogo terkonsentrasi.
Dividen Rp12,9 triliun mendukung daya tarik ADRO, tetapi saham melemah dan mendekati area puncak; analis menyarankan wait-and-see atau sell on strength. ADMR mendapat rekomendasi beli.
Target PLTA Mentarang Induk 1,3 GW memperkuat diversifikasi ADRO ke listrik rendah karbon dan aluminium hijau. Dampak positif berjangka panjang; operasi ditargetkan setelah 2030.
ADRO menargetkan pendapatan non-batubara thermal mencapai 50% pada 2030, ditopang ADMR, smelter aluminium, dan proyek EBT. Diversifikasi mendukung prospek jangka panjang, tetapi manfaat bergantung pada eksekusi proyek bertenggat panjang.
ADRO anggarkan capex hingga US$700 juta, didukung kas lebih dari US$1 miliar meski harga batu bara melemah. IPO anak usaha menjadi opsi pendanaan; penghentian eksplorasi batu bara menegaskan pergeseran ke energi transisi.
Adaro Minerals (ADMR) telah menjajaki kerja sama dengan tiga calon mitra pengganti Hyundai untuk proyek pengadaan aluminium, dengan dua di antaranya telah menandatangani nota kesepakatan (MoU)