ABMM menggelar RUPSLB pada 15 Oktober 2026 untuk mengubah susunan direksi menyusul pengunduran diri Haris Mustarto sebagai anggota direksi. Lo Kheng Hong tercatat menggenggam 5,67% saham ABMM per 30 September 2026.
Lo Kheng Hong memborong 40.000 lembar ABMM hingga kepemilikan mencapai 5,65% dan 1,1 juta lembar SIMP menjadi 5,13% jelang pemberlakuan ekspor komoditas satu pintu via Danantara.
ABMM menganggarkan capex Rp2,41–3,21 triliun, mendukung kapasitas operasional. Proyeksi konservatif mencerminkan normalisasi harga batu bara dan ketidakpastian geopolitik.
ABMM membagikan dividen final Rp812,18 miliar atau Rp294,93 per saham; yield indikatif 7,97% pada harga Rp3.700, bukan 0,79% seperti tertulis. Imbal hasil menarik, dampak terutama pada saham ABMM.
Musim dividen Mei 2024 menopang minat pada saham pembagi dividen, terutama emiten tambang. Dampak pasar terbatas; harga saham dapat terkoreksi setelah ex-date.
Lo Kheng Hong menambah kepemilikan ABMM, sinyal kepercayaan investor pada saham tersebut. Dampak pasar luas terbatas; alasan transaksi belum terungkap.