IHSG sesi I Jumat (9/10/2026) naik 0,35% ke 6.052,51 meski asing net sell Rp32,05 miliar; net buy terbesar SINI Rp15,94 miliar, CUAN Rp12,80 miliar, ARCI Rp9,52 miliar, BBCA Rp9,11 miliar, EMAS Rp8,96 miliar; net sell terbesar GOTO Rp27,91 miliar, BUMI Rp21,98 miliar, BBRI Rp20,63 miliar.
IHSG naik 1,10% ke level 6.162,04 didorong lonjakan saham tambang seperti MDKA (+24,77%), namun dibayangi net sell asing Rp1,07 triliun serta ancaman outflow hingga US$2,86 miliar akibat dikeluarkannya DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dari indeks FTSE Russell. Di sisi lain, SINI bersiap rights issue Rp5.000 per saham untuk akuisisi anak usaha PTRO senilai Rp1,73 triliun.
SINI melakukan ekspansi agresif melalui akuisisi KMS dari PTRO senilai Rp1,73 triliun yang didanai melalui rights issue. Aksi korporasi ini diproyeksikan meningkatkan total aset SINI secara signifikan sebesar 154,9%, memperkuat posisi perusahaan di sektor pertambangan batubara melalui pengendalian anak usaha KMS.
Rupiah menghadapi tekanan berat akibat kombinasi capital outflow, pelebaran defisit transaksi berjalan, dan sentimen risk-off global. Intervensi BI melalui 'triple intervention' menjadi satu-satunya katalis penahan volatilitas, namun efektivitasnya terbatas oleh penguatan DXY dan ketidakpastian geopolitik.