Ketua APPBI Alphonzus Widjaja memproyeksikan industri ritel modern akan mendapat momentum penjualan kuat pada Q4 2026 hingga Q1 2027, didorong rangkaian Natal, Tahun Baru, kenaikan UMP, Imlek, Ramadan, THR, Idulfitri, dan bonus kinerja perusahaan.
Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengungkapkan fenomena 'Rojali' (rombongan jarang beli) masih berlanjut di Q3-2026, di mana kunjungan mal stabil namun transaksi belanja tidak meningkat seiring, diperparah low season pasca-Ramadan yang lebih panjang karena Idulfitri jatuh di Q1 2026.
Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengungkapkan penjualan fesyen di pusat perbelanjaan mengalami tekanan di periode low season paruh kedua 2026, karena Ramadan/Idulfitri yang lebih awal di Q1 memperpanjang jarak ke momentum belanja besar berikutnya meski kunjungan mal relatif stabil.
Yum! Brands resmi menjual jaringan global Pizza Hut kepada LongRange Capital senilai US$1,5 miliar (Rp26,62 triliun), sementara unit bisnis China daratan diakuisisi Yum China senilai US$1,2 miliar. Langkah divestasi ini dilakukan setelah pangsa pasar Pizza Hut terus tergerus oleh Domino's Pizza dan membebani kinerja keuangan grup secara keseluruhan.
Yum! Brands mengumumkan penjualan jaringan restoran Pizza Hut ke perusahaan investasi Long-Range Capital senilai USD 1,5 miliar (Rp26,62 triliun) di tengah tren pelemahan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.
Ramadan berpotensi mengangkat penjualan restoran lewat buka puasa bersama dan promosi, tetapi katalis saham cenderung sementara. Risiko boikot masih membayangi emiten dengan merek terdampak.