IHSG anjlok 1,33% ke level 5.863,78 dengan 567 saham melemah, meski investor asing justru melakukan net buy Rp567,96 miliar. 10 saham yang paling banyak dilepas asing antara lain ITMG (Rp33,83 miliar), GOTO (Rp22,51 miliar), dan TLKM (Rp17,92 miliar).
IHSG terperosok 1,93% ke level 5.975,78 pada sesi I akibat tekanan jual sektor infrastruktur (-6,70%) dan energi (-3,65%) serta net foreign sell senilai Rp166,22 miliar. Tekanan jual asing terbesar melanda saham BUMI sebesar Rp44,40 miliar dan BBCA senilai Rp38,65 miliar, meskipun saham GOTO masih diborong asing Rp133,02 miliar.
IHSG sesi I Jumat (9/10/2026) naik 0,35% ke 6.052,51 meski asing net sell Rp32,05 miliar; net buy terbesar SINI Rp15,94 miliar, CUAN Rp12,80 miliar, ARCI Rp9,52 miliar, BBCA Rp9,11 miliar, EMAS Rp8,96 miliar; net sell terbesar GOTO Rp27,91 miliar, BUMI Rp21,98 miliar, BBRI Rp20,63 miliar.
Saham JARR anjlok 6,12% ke Rp3.220 dan PGUN terkoreksi 0,82% ke Rp9.100 setelah pengendali (seperti PT Eshan Agro Sentosa pada JARR) menggadaikan seluruh kepemilikan sahamnya kepada Bank Mandiri (BMRI). Sentimen negatif ini turut menyeret saham afiliasi Haji Isam lainnya, PACK, yang melemah 0,43% ke Rp466 per saham.
IHSG naik 1,26% ke level 6.196,09 pada sesi I meski asing mencatatkan net sell Rp273,81 miliar dengan pelepasan terbesar pada GOTO dan BMRI, sementara BBRI dan TPIA paling banyak diborong.
Pengumuman dividen dari delapan emiten ini mencerminkan upaya perusahaan untuk menjaga kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang stabil. Aksi korporasi ini berpotensi meningkatkan minat beli jangka pendek pada saham-saham terkait.