Transmart (milik CT Corp/MAPB) menggelar Full Day Sale dengan diskon hingga 50%+20% untuk kasur dan produk lainnya pada 18 Oktober 2026, bekerja sama dengan Kartu Kredit Bank Mega untuk diskon tambahan 20%.
Ketua APPBI Alphonzus Widjaja memproyeksikan industri ritel modern akan mendapat momentum penjualan kuat pada Q4 2026 hingga Q1 2027, didorong rangkaian Natal, Tahun Baru, kenaikan UMP, Imlek, Ramadan, THR, Idulfitri, dan bonus kinerja perusahaan.
HIPPINDO menilai kewajiban sertifikat halal untuk produk nonmakanan (sepatu, dompet, ikat pinggang, tisu) yang berlaku 18 Oktober berpotensi memperlambat ekspansi ritel dan menghambat pembukaan gerai baru. Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah menyatakan kebijakan ini akan 'mengerem ekonomi'.
Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengungkapkan penjualan fesyen di pusat perbelanjaan mengalami tekanan di periode low season paruh kedua 2026, karena Ramadan/Idulfitri yang lebih awal di Q1 memperpanjang jarak ke momentum belanja besar berikutnya meski kunjungan mal relatif stabil.
Samudra (Investment) Pte Ltd membeli 187 juta saham MAPI senilai Rp285,5 miliar di harga Rp1.523/saham, meningkatkan kepemilikannya menjadi 31,13%. Ini menyusul akuisisi 51% saham MAPI oleh Pacific Universal Investments senilai Rp11,8 triliun pada Mei 2026.
Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengungkapkan fenomena 'Rojali' (rombongan jarang beli) masih berlanjut di Q3-2026, di mana kunjungan mal stabil namun transaksi belanja tidak meningkat seiring, diperparah low season pasca-Ramadan yang lebih panjang karena Idulfitri jatuh di Q1 2026.
Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis dilengkapi rekening digital untuk penyaluran bantuan sosial, berpotensi meningkatkan inklusi keuangan digital dan permintaan perangkat telekomunikasi.
Tiga terdakwa kasus korupsi klaim fiktif JKK BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp24,55 miliar, termasuk mantan HRD PT Mitra Adi Perkasa Renu Arinta Shani, menghadapi sidang putusan atas rekayasa 391 klaim periode 2014–2024.
Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham SMIL, HRTA, ASII, PTBA, MAPI, AADI, BRMS, dan BMRI seiring proyeksi IHSG yang berpeluang melanjutkan penguatan dan bertahan di zona positif.
IHSG tercatat melemah 3,28% dalam sepekan di tengah lonjakan imbal hasil obligasi AS hingga 5,3%, namun tim analis Bareksa memproyeksikan potensi penguatan dengan merekomendasikan saham PTBA, MAPI, AADI, SMIL, HRTA, dan ASII.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada level high single digit di 2026 dengan menyiapkan belanja modal Rp 2 triliun untuk membuka 550-600 toko baru, di mana 200 gerai telah terealisasi di kuartal I-2026.
IHSG anjlok 3,56% ke level 5.883,88 meski MSCI mempertahankan status Emerging Market Indonesia, dipicu oleh ketidakpastian struktural terkait transparansi kepemilikan dan kualitas free float menjelang tinjauan November 2026.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) resmi membawa kembali lisensi Ace Hardware ke Indonesia dengan rencana pembukaan tahap awal 5 hingga 7 gerai di Jabodetabek mulai Juli-Agustus 2026.
Investor asing mencatatkan net sell Rp976,66 miliar pada sesi I pasca peninjauan klasifikasi MSCI, memicu IHSG anjlok 1,62% ke 6.002,20 dengan tekanan jual terbesar pada BBRI dan TPIA, meski BREN dibeli Rp107,79 miliar.
Kinerja emiten ritel menunjukkan stabilitas di tengah kondisi pasar yang netral. Fokus investor akan tertuju pada efisiensi margin di tengah tekanan daya beli.
IHSG menghadapi tekanan jual masif akibat kombinasi arus keluar asing pasca-rebalancing FTSE/MSCI, pelemahan Rupiah ke level Rp17.700, dan kenaikan BI Rate. Meskipun valuasi secara fundamental sudah terdiskon (undervalue), sentimen makro dan risiko kebijakan domestik terus memicu aksi jual pada saham-saham big caps.
Pengumuman review kuartalan FTSE Russell pada Sabtu (23/5) berpotensi memicu capital outflow jangka pendek yang dapat menekan IHSG menguji level support 5.950–6.000, terutama pada saham perbankan berbobot besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Namun, potensi rebound menuju resistance 6.200–6.250 tetap terbuka jika pemangkasan bobot moderat, didukung rotasi ke saham defensif seperti ICBP dan MYOR.
Emiten ritel mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba kuat pada kuartal I 2024, dipacu belanja hari raya. Sinyal positif, tetapi dorongan musiman dapat membatasi keberlanjutan.
Pendapatan MAPI tumbuh 17,8% YoY, tetapi laba bersih hanya naik 5,94% di tengah beban pokok yang meningkat. Kinerja positif, tekanan biaya membatasi kenaikan laba.
IHSG naik 1,10% dengan penguatan luas; 10 sektor menguat, dipimpin transportasi-logistik dan energi. Kenaikan harian belum membalikkan kinerja IHSG sejak awal tahun yang masih turun 0,53%.
Bisnis-27 naik tipis 0,03% meski BI menaikkan suku bunga ke 6,25%; 14 dari 27 konstituen melemah. BMRI, ICBP, dan MAPI menguat, sementara PGAS dan ADRO terkoreksi.
Keputusan kenaikan PPN ditunda ke pemerintahan berikutnya dan dibahas dalam UU APBN 2025. Ketidakpastian kebijakan membayangi konsumsi, tanpa kepastian kenaikan tarif.
IHSG turun 1,42% saat investor asing net sell Rp1,51 triliun, menandakan tekanan jual luas. BMRI dan saham lain dalam daftar tetap mencatat net buy asing, menunjukkan akumulasi selektif.
Momentum Ramadan dan THR diperkirakan meningkatkan daya beli, penjualan ritel, serta kinerja AMRT, ACES, dan MAPI. Efek musiman; realisasi penjualan tetap perlu dipantau.
Rencana insentif konser internasional berpotensi mendorong belanja wisatawan dan aktivitas ekonomi kreatif. Dampak pasar masih terbatas sebelum skema pendanaan dan realisasi acara jelas.
Ramadan–Lebaran diperkirakan mengangkat penjualan ritel secara musiman. ACES dan MAPI lebih tahan; RALS dan LPPF tetap rentan terhadap inflasi pangan dan daya beli.
Asing net buy Rp1,24 triliun pada Jumat mengangkat IHSG 0,11%, tetapi masih net sell Rp959,12 miliar dalam sepekan; kenaikan harian belum menandakan pembalikan arus keluar.
IHSG naik 0,11% dan menguat tiga hari beruntun; asing net buy Rp1,24 triliun pada Jumat, tetapi masih net sell Rp959,12 miliar sepekan. Breadth negatif: 273 saham turun, 244 naik.
Sentimen Maret–April cenderung positif: konsumsi Ramadan dan pola musiman menopang IHSG, sementara pelonggaran The Fed masih bergantung pada dot plot. Inflasi stabil mendukung prospek domestik.
Ramadan-Lebaran berpotensi mengangkat penjualan ritel; emiten segmen menengah atas lebih resilien, sementara daya beli menengah bawah tertekan inflasi pangan.
Ramadan–Lebaran menopang penjualan ritel sementara; pemulihan penuh tertahan daya beli lemah dan kebijakan moneter ketat. Prospek membaik pada paruh kedua jika suku bunga turun.