IHSG turun 3,64% ke 4.996,61 dengan net foreign sell jumbo Rp1,72 triliun di seluruh pasar, namun asing memborong saham-saham tertentu terutama BBNI (Rp95,87 miliar), INDF (Rp71,78 miliar), dan saham tambang seperti EMAS, MEDC, ANTM, INCO.
Asing net sell Rp1,05 triliun di sesi I dengan IHSG anjlok 5,05% ke level 4.923,26. BBCA menjadi saham paling banyak dilepas asing senilai Rp670,83 miliar, diikuti BBRI Rp515,17 miliar, sementara total net sell di dua saham bank tersebut (Rp1,19 T) melebihi total net sell seluruh pasar.
HIPPINDO menilai kewajiban sertifikat halal untuk produk nonmakanan (sepatu, dompet, ikat pinggang, tisu) yang berlaku 18 Oktober berpotensi memperlambat ekspansi ritel dan menghambat pembukaan gerai baru. Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah menyatakan kebijakan ini akan 'mengerem ekonomi'.
Kinerja emiten ritel menunjukkan stabilitas di tengah kondisi pasar yang netral. Fokus investor akan tertuju pada efisiensi margin di tengah tekanan daya beli.
Bank big caps memimpin IHSG; saham Grup Barito dan teknologi tertinggal. Rotasi sektor berpotensi berlanjut, dengan peluang penguatan terbatas pada bank.