Gelar Private Placement, HRTA Kantongi Restu Pemegang Saham
HRTA mendapat persetujuan RUPSLB (88,28% kuorum) untuk private placement maksimal 460,5 juta saham (10% dari modal disetor) guna memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan.
PT Hartadinata Abadi Tbk
Harga Terakhir
1.595
Perubahan
0 (0.00%)
Lot
271.73K
Val
43.34B
Avg Val (20H)
24.74B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
HRTA mendapat persetujuan RUPSLB (88,28% kuorum) untuk private placement maksimal 460,5 juta saham (10% dari modal disetor) guna memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan.
BEI akan mengeluarkan seluruh saham HSC dari perhitungan IHSG, mengindikasikan potensi masalah likuiditas atau fundamental pada emiten tersebut.
Harga emas dunia diproyeksikan bergerak terbatas pekan ini dengan sentimen penggerak yang belum memberikan arah jelas.
HRTA berencana private placement maksimal 460,5 juta saham (10% dari modal disetor) senilai nominal Rp100/saham untuk membeli bahan baku emas (granule/bar). RUPS Independen dijadwalkan 16 Oktober 2026, saham naik 1,99% ke Rp2.050 dengan market cap Rp9,39 triliun.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berencana menerbitkan maksimal 460.526.240 saham baru melalui skema private placement atau setara 10 persen dari modal disetor. Seluruh dana hasil aksi korporasi ini dialokasikan untuk modal kerja pembelian bahan baku emas dalam bentuk butiran maupun batangan.
Bank Mandiri raih lisensi bullion OJK, bank konvensional pertama di Indonesia; layanan emas terintegrasi di Livin' by Mandiri (buka tabungan, beli/jual, cicil, titip, tarik fisik 24 jam); setoran awal 0,02 gram (~Rp50 ribu); momentum HUT ke-28.
Harga emas Pegadaian Jumat 11.06 WIB: Galeri24 Rp2.516.000/gram, Antam Rp2.611.000/gram, UBS Rp2.539.000/gram; rincian denominasi 0,5-1000 gram tersedia.
Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham SMIL, HRTA, ASII, PTBA, MAPI, AADI, BRMS, dan BMRI seiring proyeksi IHSG yang berpeluang melanjutkan penguatan dan bertahan di zona positif.
IHSG tercatat melemah 3,28% dalam sepekan di tengah lonjakan imbal hasil obligasi AS hingga 5,3%, namun tim analis Bareksa memproyeksikan potensi penguatan dengan merekomendasikan saham PTBA, MAPI, AADI, SMIL, HRTA, dan ASII.
Kompilasi riset Bareksa mencatat lonjakan yield obligasi AS hingga 5,3% dan pelemahan IHSG 3,28% sepekan, diiringi rekomendasi beli teknikal untuk saham SMIL, HRTA, ASII, PTBA, MAPI, dan AADI.
Dividen SMIL bullish
Pergerakan saham energi dan komoditas cenderung stagnan dengan minimnya katalis baru di pasar. Sentimen investor saat ini wait-and-see menunggu arah kebijakan moneter global.
IHSG berpeluang menguat dengan saham bank sebagai motor, meskipun asing net sell.
IHSG berhasil rebound 1,10% ke level 6.162,04 setelah terkoreksi delapan hari berturut-turut dengan total transaksi mencapai Rp 21,56 triliun. Kendati investor asing masih mencatat net sell harian Rp 309,45 miliar, saham MDKA dan BRMS memimpin aksi beli bersih asing masing-masing sebesar Rp 173,62 miliar dan Rp 171,23 miliar.
IHSG menguat 1,10% ke level 6.162,04 didorong sektor barang baku yang melesat 6,85% dan lonjakan saham MDKA (+24,77%) serta INCO (+18,84%). Nilai transaksi bursa tercatat mencapai Rp 19,82 triliun dengan 449 saham mengalami kenaikan.
IHSG sesi I menguat 0,30% ke level 6.113,44 didorong lonjakan sektor barang baku sebesar 3,78% dan energi 2,31% dengan total transaksi Rp 10,17 triliun. Penguatan LQ45 dipimpin oleh MDKA (+16,97%), HRTA (+7,04%), dan INCO (+5,14%), meskipun tertahan pelemahan CUAN, AMMN, dan ASII.
Setelah ditutup melemah 0,82% ke level 6.318,50 tertekan saham BRPT dan CUAN, IHSG dibuka rebound 0,55% ke 6.353,09 didorong penguatan saham perbankan seperti BBCA dan BMRI. MNC Sekuritas memproyeksikan rentang support indeks di 6.148-6.092 serta merekomendasikan buy on weakness untuk AADI, HRTA, dan MBMA.
IHSG berbalik anjlok 2,16% ke level 6.181,77 pada pukul 09.45 WIB akibat tekanan jual masif di hampir seluruh sektor, terutama saham komoditas seperti MEDC yang anjlok 9,03%, BRPT turun 8,72%, dan CUAN melemah 8,47%.
IHSG rawan koreksi usai reli, tertekan ketidakpastian sinyal The Fed, data tenaga kerja AS, dan harga komoditas. Support 7.191; resistance 7.275.
IHSG naik 1,10%, tetapi rawan koreksi pascalibur menjelang sinyal Fed, data tenaga kerja AS, dan pergerakan komoditas. Area pantau 7.191–7.275.
HRTA membagikan dividen Rp15 per saham, setara yield 3,86% dan payout ratio 22,58%. Penjualan 2023 naik 85,83%, didorong ekspor.
HRTA menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba, ditopang permintaan musiman serta prospek harga emas tinggi. Sentimen positif, tetapi volatilitas harga emas berisiko menekan margin.
HRTA menargetkan pendapatan naik 30% dan laba 15% pada 2024, didukung ekspansi gerai serta pasar ekspor. Realisasi bergantung pada eksekusi ekspansi dan permintaan perhiasan.
Target pendapatan HRTA +30% dan laba bersih +15%, didukung ekspansi gerai serta pasar ekspor. Dampak positif bergantung pada realisasi ekspansi dan permintaan perhiasan.
HRTA menargetkan pendapatan naik 30% dan laba bersih 15% pada 2024, didukung ekspansi sekitar 20 gerai dan capex Rp60 miliar. Ekspansi ekspor berpotensi menambah pertumbuhan, dengan risiko eksekusi target.
IHSG berpotensi pullback atau melemah terbatas karena profit taking dan ex-dividen perbankan; dukungan datang dari kenaikan komoditas serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Emas global mencetak rekor di atas US$2.150/ons, mendorong mayoritas saham emiten emas menguat. Kinerja saham tetap beragam; BRMS naik 5,84%, sementara AMMN, ARCI, dan UNTR melemah.
Harga emas diperkirakan akan terkoreksi seiring tren penurunan suku bunga dan penguatan dolar AS
Emas diprediksi menjadi komoditas paling bersinar di 2024 dengan demand yang meningkat dari bank sentral seluruh dunia