BEI mencabut status High Shareholding Concentration (HSC) dari FILM (MD Entertainment) dan MGLV (NexAI Digital Infrastruktur) karena sebaran kepemilikan saham dinilai sudah tidak lagi terpusat, sementara 19 emiten lainnya masih berstatus HSC.
BEI resmi mengeluarkan saham FILM dan MGLV dari daftar High Shareholding Concentration (HSC) setelah sebelumnya mencatatkan konsentrasi kepemilikan masing-masing sebesar 92,98% dan 95,94%. Evaluasi ini mengindikasikan adanya perbaikan pada sebaran dan likuiditas kepemilikan saham publik di kedua emiten tersebut.
BEI merilis 19 emiten berstatus High Shareholding Concentration (HSC) seperti SSMS, MTEL, dan TBIG, sementara OJK bersiap melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saham HSC yang aktif demi mengantisipasi manipulasi harga.
BEI memperbarui daftar High Shareholding Concentration (HSC) menjadi total 80 saham per 13 Oktober, dengan mendepak LUCY, MGLV, dan FILM serta memasukkan belasan emiten termasuk SSMS, TBIG, BMAS, dan PSAB.
IHSG terkoreksi 1,22% ke level 6.130,19 diiringi net sell jumbo asing senilai Rp 1,6 triliun, meskipun saham JPFA dan FILM tetap diborong asing masing-masing Rp 264,97 miliar dan Rp 238,62 miliar.
Meskipun IHSG ambles 8,35% ke level 6.162,04 tertekan anjloknya saham TPIA (-53,49%) dan DSSA (-47,34%), investor asing tercatat selektif memborong saham mineral dan komoditas dengan net buy terbesar pada MDKA (Rp691,1 miliar), BRMS (Rp414,3 miliar), dan BUMI (Rp413,1 miliar).
Film Badarawuhi di Desa Penari milik MD Pictures (FILM) akan tayang di Amerika Serikat dan beberapa negara lain, dengan potensi pendapatan Rp 1 triliun