IHSG ditutup turun 3,64% ke 4.996,61 dengan net sell asing Rp2,28 triliun, namun analis BNI Sekuritas Fanny Suherman memproyeksikan technical rebound ke 5.020-5.160 dengan catatan potensi koreksi lanjutan masih terbuka akibat ketidakpastian MSCI.
IHSG anjlok 3,64% ke 4.996,61 dengan asing net sell jumbo Rp1,72 triliun di seluruh pasar. BBRI menjadi saham paling banyak dijual asing senilai Rp1,08 triliun, diikuti BBCA Rp986,87 miliar dan TLKM Rp367,48 miliar.
Asing net sell Rp1,05 triliun di sesi I dengan IHSG anjlok 5,05% ke level 4.923,26. BBCA menjadi saham paling banyak dilepas asing senilai Rp670,83 miliar, diikuti BBRI Rp515,17 miliar, sementara total net sell di dua saham bank tersebut (Rp1,19 T) melebihi total net sell seluruh pasar.
Telkomsel (anak usaha TLKM) meluncurkan paket bundling Halo dan SIMPATI untuk iPhone 18 Pro & iPhone 18 Pro Max dengan berbagai benefit termasuk potongan harga hingga Rp1 juta dan paket data kompetitif, bekerja sama dengan mitra ritel seperti Erafone (ERAA) dan Blibli (BELI).
Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengungkapkan penjualan fesyen di pusat perbelanjaan mengalami tekanan di periode low season paruh kedua 2026, karena Ramadan/Idulfitri yang lebih awal di Q1 memperpanjang jarak ke momentum belanja besar berikutnya meski kunjungan mal relatif stabil.
Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengungkapkan fenomena 'Rojali' (rombongan jarang beli) masih berlanjut di Q3-2026, di mana kunjungan mal stabil namun transaksi belanja tidak meningkat seiring, diperparah low season pasca-Ramadan yang lebih panjang karena Idulfitri jatuh di Q1 2026.
HIPPINDO menilai kewajiban sertifikat halal untuk produk nonmakanan (sepatu, dompet, ikat pinggang, tisu) yang berlaku 18 Oktober berpotensi memperlambat ekspansi ritel dan menghambat pembukaan gerai baru. Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah menyatakan kebijakan ini akan 'mengerem ekonomi'.
IHSG ditutup naik 0,39% ke level 5.948,83 namun asing melakukan net sell jumbo Rp1,13 triliun. BBRI menjadi saham paling banyak dilepas asing sebesar Rp56,86 miliar, diikuti BMRI Rp35,97 miliar dan saham-saham tambang seperti ADMR, ITMG, PTBA.
IHSG naik 0,29% ke 5.948,83 namun asing melakukan net sell jumbo Rp1,13 triliun. BBRI menjadi saham paling banyak dilepas asing sebesar Rp56,86 miliar, diikuti BMRI Rp35,97 miliar dan saham-saham tambang seperti ADMR, ITMG, PTBA.
Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis dilengkapi rekening digital untuk penyaluran bantuan sosial, berpotensi meningkatkan inklusi keuangan digital dan permintaan perangkat telekomunikasi.
IHSG anjlok 2,59% ke level 5.975,78 dengan 602 saham terkoreksi, namun investor asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp128,89 miliar. Saham GOTO (Rp134,35 miliar), BBRI (Rp80,31 miliar), dan ASII (Rp78,32 miliar) menjadi incaran utama beli bersih asing di tengah tekanan jual pasar.
IHSG ditutup menguat 1,04% ke level 6.093,76 dengan net foreign buy sesi kedua mencapai Rp30,4 miliar, dipimpin aksi beli pada saham ENRG sebesar Rp34 miliar dan EMAS senilai Rp17 miliar.
Ciptadana Sekuritas menaikkan target harga saham ERAA menjadi Rp850 dengan rekomendasi BUY, didorong potensi lonjakan harga jual ponsel 27% dari siklus iPhone 18, ekspansi 1.000 gerai Erablue, dan program buyback historis Rp500 miliar.
IHSG terperosok 1,93% ke level 5.975,78 pada sesi I akibat tekanan jual sektor infrastruktur (-6,70%) dan energi (-3,65%) serta net foreign sell senilai Rp166,22 miliar. Tekanan jual asing terbesar melanda saham BUMI sebesar Rp44,40 miliar dan BBCA senilai Rp38,65 miliar, meskipun saham GOTO masih diborong asing Rp133,02 miliar.
IHSG sesi I Jumat (9/10/2026) naik 0,35% ke 6.052,51 meski asing net sell Rp32,05 miliar; net buy terbesar SINI Rp15,94 miliar, CUAN Rp12,80 miliar, ARCI Rp9,52 miliar, BBCA Rp9,11 miliar, EMAS Rp8,96 miliar; net sell terbesar GOTO Rp27,91 miliar, BUMI Rp21,98 miliar, BBRI Rp20,63 miliar.
Distributor iBox resmi memboyong iPhone 18 Pro dan Pro Max ke Indonesia, di tengah sorotan penonaktifan jutaan akun anak oleh TikTok dan Meta serta isu patah as roda Chery Omoda 5.
ERAA dan tujuh anak usaha memperpanjang serta menambah fasilitas kredit BCA dengan plafon total Rp2,1 triliun untuk modal kerja. Menopang likuiditas, sekaligus menambah eksposur utang.
IHSG turun 1,15% ke 7.205 akibat tekanan arus keluar modal, meski data manufaktur dan inflasi domestik solid. Besok berpeluang menguat terbatas; rupiah dan libur Lebaran tetap menjadi risiko.
GOTO melonjak 17,46% dengan transaksi besar, tetapi masih merugi dan turun 42,19% tahunan; BBRI menguat, ERAA terkoreksi tajam. Pergerakan saham beragam di tengah IHSG yang naik 1,14%.