WIKA Kobe, anak usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), berhasil melakukan pengiriman perdana bantalan rel beton pracetak untuk Metro Manila Subway Project di Filipina, menandai ekspansi pasar ekspor infrastruktur perkeretaapian.
WTON mencatatkan kontrak baru Rp3,1 triliun hingga Q3-2026, meningkat 57,58% dari Q2-2026 (Rp1,97 triliun), dengan segmen swasta sebagai kontributor terbesar (45,37%) diikuti KSO/JO (36,35%) dan BUMN (16,18%).
Enam emiten anak BUMN Karya mencatat kinerja negatif pada kuartal I/2024; tiga laba turun, tiga merugi. Tekanan menandakan pemulihan sektor konstruksi masih lemah.
Saham anak usaha BUMN Karya tertekan oleh kinerja negatif, arus kas buruk, dan likuiditas rendah. Anggaran infrastruktur lebih besar belum mengubah prospek.