Rugi bersih WSBP membengkak 26,7% menjadi Rp410,77 miliar di kuartal III-2026, dengan pendapatan turun 7,75% menjadi Rp1,08 triliun, margin laba kotor menyusut dari 17,25% ke 12,05%, beban bunga naik 8,46%, dan defisiensi modal semakin dalam dengan total liabilitas Rp5,25 triliun melebihi total aset Rp2,88 triliun.
WSBP mencatatkan pendapatan Rp1,08 triliun hingga Q3 2026 dari tiga lini bisnis (Beton Precast 38,8%, Jasa Konstruksi 36,1%, Readymix & Quarry 25%), dengan efisiensi biaya signifikan: biaya penjualan turun 9,8% YoY dan biaya umum & administrasi turun 13,1% YoY.
WSBP menambah plafon konversi utang menjadi saham (debt-to-equity swap) dari Rp1,71 triliun menjadi Rp1,72 triliun melalui penerbitan hingga 33,83 miliar saham seri C, yang akan mendilusi kepemilikan WSKT dari sekitar 52% menjadi 26,28%.
WSBP menandatangani MoU dengan Hunan Jiangong Concrete dan PT Adhi Industri untuk mengoptimalkan Precast Plant Cibitung berkapasitas 325.000 ton per tahun. Kerja sama ini menjajaki opsi penyewaan fasilitas hingga kerja sama operasional demi mendongkrak produktivitas dan nilai ekonomi aset.
WSBP suplai 642 spun pile untuk Tanggul Pengaman Pantai NCICD Fase A Tahap 3 Paket 1-2 Jakarta Utara; 313 batang berdiameter 1.200 mm, 29 batang 800 mm, 300 batang 600 mm; produksi 31 batang per 8 September 2026, kontraktor Paket 1 PT Bananco Sentosa Abadi dan Paket 2 PTPP.
WSBP menyuplai 80 batang Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) dari Plant Karawang untuk proyek Siring Pengaman Sungai di Desa Kunyit, Kalimantan Selatan. Seluruh pesanan telah rampung diproduksi dan segera dikirim ke lokasi proyek via truk trailer dan tongkang.
Rights issue PANI dengan skala ekstrem berpotensi memicu volatilitas harga saham terkait dan penyesuaian struktur modal. Aksi korporasi ini mencerminkan strategi ekspansi agresif di tengah sentimen pasar yang cenderung netral.
Enam emiten anak BUMN Karya mencatat kinerja negatif pada kuartal I/2024; tiga laba turun, tiga merugi. Tekanan menandakan pemulihan sektor konstruksi masih lemah.
Saham anak usaha BUMN Karya tertekan oleh kinerja negatif, arus kas buruk, dan likuiditas rendah. Anggaran infrastruktur lebih besar belum mengubah prospek.
Penjualan aset nonproduktif Rp300 miliar hingga 2028 memberi likuiditas untuk produksi dan pembayaran utang PKPU. Dampak positif terbatas; mencerminkan tekanan keuangan berlanjut.
Lelang aset nonproduktif menghasilkan Rp11,23 miliar; 75% untuk pembayaran kreditur. Positif bagi likuiditas, dampak terbatas di tengah risiko restrukturisasi.
Lelang aset Rp11,22 miliar membantu pembayaran kreditur dan pelaksanaan homologasi. Dampak positif terbatas; penjualan aset juga mencerminkan tekanan keuangan WSBP.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil meraih Rp11,23 miliar dari lelang aset non-produktif, yang akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada kreditur
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyuplai readymix untuk proyek rusun ASN 2 dan 3 di IKN dengan total volume 16.212 m3 dan meraih kontrak Rp24,68 miliar