FIPGB dan Asaki mendorong penguatan implementasi subsidi HGBT karena hanya 27,5% volume gas terpenuhi di harga $7/MMBTU sementara sisanya dari LNG regasifikasi seharga ~$20/MMBTU, dengan harga rata-rata gas industri di Jawa Barat mencapai $12/MMBTU. Dampak positif HGBT 2020-2023 tercatat Rp147,11 triliun, namun pembatasan pemanfaatan sejak September 2026 menjadi tantangan bagi industri keramik.
Pengusaha keramik menyebut Indonesia merupakan produsen gas, namun pasokan gas untuk industri keramik sangat terbatas, sehingga menghambat daya saing produksi.
Rencana ekspansi industri keramik nasional senilai Rp12 triliun mandek akibat ketidakpastian pasokan gas bumi sejak September, mengancam 7.000-8.000 lapangan kerja baru dan penambahan kapasitas 110 juta meter persegi hingga 2028.
Sekitar 900 buruh keramik terancam PHK dan 500 sudah di-PHK akibat pembatasan pasokan gas bumi, dengan utilisasi industri keramik turun dari 75% ke di bawah 70% pada Oktober 2026 dan berpotensi menyentuh 60% di akhir tahun.