Menteri Senior Singapura K. Shanmugam mengancam akan menindak perusahaan terkait kebakaran lahan di Indonesia menggunakan instrumen hukum, regulasi, dan ekonomi, termasuk menekan keuntungan, akses pendanaan, dan reputasi. NEA telah mengirim pemberitahuan hukum kepada 10 perusahaan termasuk 4 pemasok Asia Pulp & Paper (APP), sementara sertifikasi ramah lingkungan APP terancam ditangguhkan.
Menteri Senior Singapura K. Shanmugam menyoroti Asia Pulp & Paper (APP) milik Sinar Mas Group karena membeli produk dari tiga perusahaan yang menerima pemberitahuan hukum NEA terkait kebakaran lahan di Sumatera Selatan. Singapore Environment Council juga memberlakukan pembatasan sementara sertifikasi ramah lingkungan APP.
Pemerintah RI mendorong percepatan ratifikasi IEU-CEPA agar berlaku awal 2027, dengan potensi peningkatan ekspor hingga US$10,9 miliar. Komoditas unggulan meliputi kelapa sawit, kendaraan bermotor, kopi, kakao, karet, besi baja, kayu olahan, dan perikanan.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Sumatra-Kalimantan dengan El Nino Sangat Kuat (indeks Nino3.4 +3,33), ISPU mencapai level Hitam (>300) di 10 lokasi termasuk Bengkalis dan Siak (Riau), serta 4 petugas pemadam tewas di TNBTS Jawa Timur.
Kabut asap karhutla Indonesia akibat El Nino kuat meluas hingga Timor Leste yang menutup sekolah 3 hari, setelah sebelumnya juga berdampak ke Malaysia, Singapura, dan Filipina; ratusan ribu hektare hutan dan perkebunan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua terbakar.
Wamenhut Rohmat Marzuki susun Rencana Investasi Nasional Hutan Produksi & Lindung 2026-2030 bersama MFP Fase 5; deforestasi turun 462 ribu ha (2019) ke 175 ribu ha (2024); target emisi -140 juta ton CO2e, ekspor kehutanan di atas baseline USD 12,6 miliar (2022).
Prospek INKP dan TKIM positif, didukung permintaan, ekspansi, dan pemulihan harga pulp. Risiko harga komoditas, suku bunga, serta kurs membatasi kenaikan.