Saham BIKE memimpin jajaran top gainers sepekan dengan lonjakan hingga 96% dipicu rencana akuisisi tambang batu bara di Kaltim, disusul TFCO yang naik signifikan hingga disuspensi dua kali di tengah pelemahan IHSG.
Saham BSWD dan TFCO sama-sama bergerak ke area Auto Rejection Atas (ARA) sehari setelah resmi lepas dari suspensi BEI, menandakan sentimen spekulatif pasca-penyelidikan kasus dugaan stock pick/penggorengan.
Saham TFCO disuspensi BEI pada 14 Oktober 2026 setelah ARA tiga hari berturut-turut dengan kenaikan kumulatif 94,5% dari Rp825 ke Rp1.605. Dalam satu bulan saham TFCO menguat 100,63% dan 139,55% dalam tiga bulan.
BEI menyematkan status UMA pada GTBO (+50%), STRK (+48,33%), TFCO (+93,37%), dan DAAZ (+51,50%) karena lonjakan harga tak wajar, serta ARKO akibat anjlok 50,54%. Pengumuman ini menjadi peringatan pengawasan bursa atas volatilitas ekstrem kelima saham tersebut.
IHSG anjlok 0,75 persen ke level 5.891 dan tertahan di bawah level psikologis 6.000, dengan 351 saham melemah dan seluruh sektor kompak berada di zona merah.