SMLE melepas 50% saham anak usaha Sinar Aroma Sentosa (Sinarom) kepada Denico Food Ingredients asal Denmark untuk mengeskala bisnis bahan baku pangan olahan dan membidik pasar ekspor Asia serta Timur Tengah, ditargetkan rampung Januari-Februari 2027.
SMLE berencana mendivestasi 50% saham anak usaha PT Sinar Aroma Santosa (Sinarom) kepada Denico Food Ingredients asal Denmark untuk memperkuat teknologi, jaringan bisnis, dan perluasan pasar. Transaksi masih dalam tahap Letter of Intent dan due diligence, dengan dana hasil divestasi akan digunakan untuk pengembangan usaha dan penguatan modal kerja Sinarom.
BEI suspensi perdagangan saham PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mulai pra-pembukaan 9 Oktober 2026 hingga pengumuman lebih lanjut usai lonjakan harga kumulatif signifikan: +18,8% sepekan dan +73,4% sebulan ke Rp340/saham, kapitalisasi Rp763,04 miliar; langkah perlindungan investor.
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) bersiap menggelar rights issue menyusul masuknya investor asal Denmark, Denico Food Ingredients, ke anak usahanya PT Sinar Aroma Sentosa. Langkah ini ditujukan untuk mendanai belanja modal skala besar, ekspansi kapasitas manufaktur, serta transfer teknologi formulasi pangan Eropa.
IHSG menguat sepekan, tetapi sejumlah saham anjlok tajam; ATLA turun 45,17% dan WIKA 22,55%. Tekanan tampak spesifik emiten, bukan pelemahan pasar menyeluruh.
IHSG turun 0,73% sepekan, meski nilai transaksi harian naik 63,45%. CUAN merosot 20,15% dan masuk jajaran top losers; pelemahan terkonsentrasi pada saham individual.
IHSG turun tipis di tengah inflasi meningkat; pelebaran saham melemah menunjukkan sentimen pasar rapuh. Kenaikan tajam sejumlah saham belum mengubah arah pasar.
IHSG melemah pada 19–23 Februari 2024, sementara saham PTPS, ALII, dan VKTR melonjak tajam. Kenaikan saham individual menunjukkan rotasi selektif di tengah pasar yang lemah.