Saham SMCB yang masih disuspensi tetap mengumumkan dividen Rp329 miliar, didukung laba bersih 2025 Rp658,7 miliar dan pertumbuhan laba kuartal I-2026 sebesar 111%. Sentimen positif dari dividen dan perbaikan fundamental dapat mendorong minat beli saat suspensi dicabut, meskipun risiko suspensi masih membatasi likuiditas jangka pendek.
Reli harga logam industri (aluminium, timah, nikel) yang didorong oleh defisit pasokan global dan hambatan RKAB di Indonesia memberikan katalis positif bagi emiten pertambangan domestik. Sentimen makro berupa ekspektasi pemangkasan suku bunga global dan transisi energi hijau memperkuat prospek margin emiten di sektor ini.
SMCB mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 329,3 miliar (payout ratio 50%), yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap shareholder return di tengah tantangan industri semen. Kinerja operasional menunjukkan pemulihan signifikan dengan pertumbuhan volume penjualan 9% pada Q1-2026, melampaui pertumbuhan pasar, didorong oleh efisiensi dan sinergi dengan SMGR.
Laba bersih SMCB pada Q1-2026 melesat 110,4% yoy menjadi Rp 101 miliar, didorong strategi ekspor ke AS lewat fasilitas baru di Tuban dengan target 450.000 ton di 2026 bersama induk usaha SMGR.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian BISKITA Trans Bekasi Patriot yang terhubung dengan Stasiun LRT Bekasi Barat, meningkatkan angkutan umum massal di Kota Bekasi