BEI mencabut status High Shareholding Concentration (HSC) dari FILM (MD Entertainment) dan MGLV (NexAI Digital Infrastruktur) karena sebaran kepemilikan saham dinilai sudah tidak lagi terpusat, sementara 19 emiten lainnya masih berstatus HSC.
BEI dan KSEI memasukkan 10 emiten ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC), dipimpin oleh kepemilikan terkonsentrasi sangat tinggi pada SMMT (97,12%), TBIG (96,62%), dan SSMS (95,79%). Masuknya emiten-emiten ini mencerminkan minimnya porsi saham publik (free float) yang memicu risiko likuiditas bagi investor ritel.
BEI merilis 19 emiten berstatus High Shareholding Concentration (HSC) seperti SSMS, MTEL, dan TBIG, sementara OJK bersiap melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saham HSC yang aktif demi mengantisipasi manipulasi harga.
BEI memperbarui daftar High Shareholding Concentration (HSC) menjadi total 80 saham per 13 Oktober, dengan mendepak LUCY, MGLV, dan FILM serta memasukkan belasan emiten termasuk SSMS, TBIG, BMAS, dan PSAB.
IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menguji support 5.899 setelah anjlok 8,35% dalam sepekan dan memangkas kapitalisasi pasar hingga Rp1.190 triliun. Di tengah tren bearish pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk ASII, HRUM, ISAT, serta Trading Buy pada PSAB.
Emas menembus US$2.400/oz didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan stimulus properti China. Sentimen positif bagi penambang emas IDX, tetapi dampak pasar luas terbatas.
Emas mendekati rekor, didorong harapan penurunan suku bunga AS dan stimulus properti China. Sentimen positif bagi penambang emas, tetapi dampak ke IHSG terbatas.
Emas dan perak menguat karena ekspektasi penurunan suku bunga; harga emas tinggi menopang margin penambang, tetapi pembelian bank sentral berpotensi melambat.
Emas naik ke level tertinggi lebih dari dua pekan, didorong data tenaga kerja AS yang melemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Data inflasi AS pekan depan menjadi katalis utama.
Emas spot naik 0,95% ke US$2.330,51/ons setelah klaim pengangguran AS melampaui perkiraan, menguatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Dolar melemah; sentimen mendukung saham terkait emas.
Emas berpotensi menguat ditopang permintaan safe haven, pembelian bank sentral, dan prospek suku bunga Fed lebih rendah. Proyeksi harga tetap rentan terhadap perubahan data AS dan konflik global.
Emas mencetak rekor, didorong permintaan aset aman di tengah ketegangan Timur Tengah dan pembelian bank sentral. Harga emas tinggi berpotensi menopang saham produsen emas.
Prospek pemangkasan suku bunga The Fed dan pelemahan dolar mengangkat emas serta logam mulia. Sentimen positif bagi emiten tambang emas, tetapi katalis terbatas untuk IHSG.
Emas mencetak rekor, ditopang pelemahan dolar, turunnya imbal hasil AS, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga. Tren jangka panjang diperkirakan tetap naik meski harga terkoreksi tipis.
Emas mencetak rekor, naik 4,71% sepekan, ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan pelemahan dolar. Sentimen positif bagi emiten emas, tetapi rentan berbalik jika ekspektasi suku bunga berubah.
Emas global mencetak rekor di atas US$2.150/ons, mendorong mayoritas saham emiten emas menguat. Kinerja saham tetap beragam; BRMS naik 5,84%, sementara AMMN, ARCI, dan UNTR melemah.
Rekor harga emas mengerek prospek ASP dan laba emiten tambang emas. Sentimen positif untuk ANTM, MDKA, BRMS, ARCI, dan PSAB; saham tetap rentan volatilitas komoditas.
Cadangan emas J Resources (PSAB) meningkat enam kali lipat menjadi 3 juta ons hingga akhir 2023, sementara sumber daya emas meningkat dua kali lipat menjadi 6 juta ons
Emas naik ke level tertinggi tiga bulan karena pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga Fed pada Juni. Prospek positif bagi saham tambang emas, tetapi arah pasar luas tetap bergantung pada data ekonomi dan sinyal Fed.
Vàng được hỗ trợ bởi kỳ vọng Fed hạ lãi suất và nhu cầu trú ẩn giữa căng thẳng địa chính trị; giá có thể lập đỉnh mới. Cổ phiếu khai thác vàng hưởng lợi nếu giá vàng duy trì cao.
Emas tembus rekor, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan permintaan aset aman. Sentimen positif bagi emiten emas; risiko geopolitik tetap tinggi.
GOTO turun 2,82% ke Rp69, melanjutkan pelemahan mingguan 12,66% dan tahunan 43,44%. EXCL dan PSAB naik, tetapi tanpa data rinci dampaknya belum terukur.
Emas diproyeksikan tetap dominan dalam transaksi komoditas 2024 karena familiar dan dipercaya pelaku pasar. Prospek harga tetap bergantung pada pergerakan dolar AS.
Emas berpotensi menguat jangka panjang, didukung permintaan bank sentral, ketegangan geopolitik, dan peluang pemangkasan suku bunga AS. Rupiah lemah turut menaikkan harga emas domestik.
Emas spot naik 0,4% ke US$2.038,15 saat dolar AS dan yield Treasury melemah. Sentimen positif terbatas bagi saham tambang emas; arah suku bunga masih bergantung pada data inflasi dan sinyal The Fed.