Hilirisasi nikel untuk membangun negeri
Krisis BBM di Bali mendorong minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik, memperkuat narasi hilirisasi nikel sebagai pilar kemandirian energi Indonesia dan potensi pertumbuhan ekosistem EV domestik.
PT Merdeka Battery Materials Tbk.
Harga Terakhir
346
Perubahan
+2 (+0.58%)
Lot
2.04M
Val
70.41B
Avg Val (20H)
38.52B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
Krisis BBM di Bali mendorong minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik, memperkuat narasi hilirisasi nikel sebagai pilar kemandirian energi Indonesia dan potensi pertumbuhan ekosistem EV domestik.
Menteri Bahlil menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia menembus 45-50 miliar dolar AS pada 2026, naik dari 34 miliar dolar AS pada 2023, didorong oleh kebijakan hilirisasi 28 komoditas dengan kebutuhan investasi 618 miliar dolar AS hingga 2040.
Sekjen PBB Antonio Guterres menegaskan negara berkembang termasuk Indonesia harus mendapat porsi nilai ekonomi lebih besar dari mineral kritis, serta mengapresiasi proyek PLTS 100 GW Presiden Prabowo dan target swasembada energi Indonesia.
Menteri Bahlil kembali membahas rencana moratorium smelter nikel, yang berpotensi membatasi ekspansi kapasitas pengolahan nikel di Indonesia dan mempengaruhi emiten-emiten terkait.
Kementerian ESDM menyetujui revisi RKAB 2026 dengan target produksi batu bara 700 juta ton (naik dari rencana awal 600-an juta ton namun turun dari realisasi 2025 sebesar 817,48 juta ton) dan nikel 290-an juta ton (turun dari realisasi 2025 sebesar 379 juta ton), dengan DMO PLN sebesar 154 juta ton. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan-permintaan dan mendongkrak harga komoditas global.
Pemerintah menargetkan ekspor nikel tembus 45 miliar dolar AS pada 2026, naik dari 3,3 miliar dolar AS pada 2017-2018 menjadi lebih dari 40 miliar dolar AS pada 2025 berkat hilirisasi, dengan master plan investasi 618 miliar dolar AS hingga 2040.
Menteri Bahlil mengkaji moratorium pembangunan smelter nikel produk setengah jadi karena oversupply global mencapai 2,5 juta ton yang menekan harga nikel. Pemerintah akan mengatur volume produksi nasional agar harga tidak semakin jatuh.
Menko Bahlil menegaskan Indonesia tidak akan lagi ekspor bahan baku mentah, dengan masterplan hilirisasi nasional hingga 2040 senilai US$618 miliar (Rp11.062 triliun) mencakup mineral, migas, kehutanan, perikanan, dan pertanian. Nilai ekspor nikel naik dari US$3,3 miliar menjadi US$40 miliar di 2025 dan ditargetkan US$45 miliar di 2026.
Menko Bahlil menargetkan nilai hilirisasi Indonesia mencapai 618 miliar dolar AS pada 2040, dengan contoh sukses nikel yang nilai ekspornya melonjak dari 3,3 miliar dolar AS (2017-2018) menjadi lebih dari 40 miliar dolar AS (2025) dan target 45 miliar dolar AS pada 2026.
Menko Bahlil beberkan masterplan hilirisasi Indonesia dengan target US$618 miliar (Rp11.065 triliun) di 2040, dengan ekspor nikel sudah naik dari US$3,3 miliar (2017-2018) menjadi US$40 miliar (2025) dan target US$45 miliar di 2026.
Produksi nikel hasil hilirisasi Indonesia diramal turun pada tahun ini, mengancam kinerja produsen nikel dan capaian nilai tambah industri smelter nasional.
Proyeksi produksi bahan baku baterai Indonesia diperkirakan meningkat 2 kali lipat pada 2027, sejalan dengan ekspansi hilirisasi nikel dan downstream battery materials di dalam negeri.
IHSG ditutup melemah 0,25% ke level 6.101,33 tertekan aksi jual pada saham komoditas seperti INCO (-4,15%), PTBA (-3,50%), dan ANTM (-3,04%) jelang review MSCI serta rating S&P. MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG rawan menguji rentang 5.723-5.972 dan merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk ADMR, ARCI, dan PTBA.
Dividen EMAS, MBMA, MDKA naik
EMAS, MBMA, MDKA rights issue
EMAS, MBMA, MDKA rights issue
PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menerima surat pengunduran diri Anthony Kartono Tan dari kursi Direksi per 15 Juni 2026, yang selanjutnya akan dimintakan persetujuan dalam RUPS. Anthony, yang menjabat sejak Desember 2024, merupakan putra dari pendiri Provident Capital sekaligus Presiden Komisaris MBMA, Winato Kartono.
Buyback maksimal Rp1,46 triliun mendukung sentimen dan stabilitas saham MBMA, yang sudah naik 14,44% dalam lima hari. Dukungan harga belum menghapus risiko fundamental dan eksekusi; laba 2025 relatif kecil terhadap nilai buyback.
IHSG tertekan 0,91% ke level 6.149,68 pada sesi I seiring pelemahan 396 saham, dipicu koreksi terdalam sektor perindustrian (-2,08%). Saham AMRT (-8,9%), ASII (-5,4%), dan MBMA (-4,4%) menjadi penekan utama dalam jajaran top losers LQ45.
Rupiah tertekan ke posisi Rp17.790 per dolar AS dan diproyeksikan menembus Rp18.000 akibat lonjakan minyak mentah WTI ke kisaran US$92 per barel serta melebarnya defisit transaksi berjalan Q1 2026 menjadi US$4,0 miliar. Kondisi ini diperberat oleh minimnya ruang intervensi Bank Indonesia saat libur nasional dan tren peningkatan PHK domestik.
Indeks Bisnis-27 dan IHSG (turun 1,23% ke 6.130,19) ditutup melemah akibat kejatuhan 20 saham konstituen, dipimpin penurunan tajam INCO sebesar 10,68% ke Rp4.890, ASII turun 8,48%, dan AMRT melemah 8,11%.
IHSG anjlok 1,23% ke level 6.130,19 terbebani koreksi tajam saham big cap seperti INCO (-10,68%), ASII (-8,48%), dan AMRT (-8,11%). Sebanyak 461 saham ditutup melemah di tengah ketidakpastian negosiasi Iran-AS dan sentimen rebalancing indeks MSCI.
Meski IHSG anjlok 8,35% dalam sepekan ke level 6.162,04 dan mencatat net sell asing Rp 2,03 triliun, investor asing terpantau mengakumulasi saham tambang dan energi seperti MDKA (Rp 691,09 miliar), BRMS (Rp 414,27 miliar), dan BUMI (Rp 413,08 miliar).
Meskipun IHSG ambles 8,35% ke level 6.162,04 tertekan anjloknya saham TPIA (-53,49%) dan DSSA (-47,34%), investor asing tercatat selektif memborong saham mineral dan komoditas dengan net buy terbesar pada MDKA (Rp691,1 miliar), BRMS (Rp414,3 miliar), dan BUMI (Rp413,1 miliar).
IHSG berpeluang mengalami technical rebound terbatas pada rentang 5.900-6.305 usai terkoreksi 8,35% dalam sepekan, didorong kondisi indikator RSI yang oversold serta sentimen damai AS-Iran. Analis Kiwoom dan BRI Danareksa merekomendasikan saham MBMA, ESSA, CPIN, dan INKP, sambil mengingatkan risiko pelemahan rupiah dan rebalancing MSCI.
OCBC Sekuritas merekomendasikan Buy MDKA dengan target harga Rp 4.000 didukung ekspansi segmen emas dan nikel MBMA, sementara laba bersih BRMS melesat 21% YoY menjadi US$ 18 juta di Q1-2026.
IHSG berpeluang technical rebound terbatas di rentang 5.900–6.305 setelah jatuh 8,35% sepekan dan mencatat net foreign sell Rp 1,86 triliun. Analis Kiwoom Sekuritas merekomendasikan speculative buy untuk INKP (support Rp 7.600) dan MBMA (support Rp 420) di tengah risiko pelemahan rupiah ke Rp 17.712 per dolar AS.
IHSG berhasil rebound 1,10% ke level 6.162,04 pada perdagangan Jumat ditopang reli sektor energi dan basic materials, meski secara kumulatif masih anjlok 8,35% dalam sepekan. Penguatan didorong rumor penundaan kebijakan ekspor komoditas strategis hingga 1 Januari 2027 yang mengerek saham MDKA, INCO, DEWA, dan BUMI.
IHSG anjlok 3,54% ke level 6.094,94 tertekan asumsi RAPBN 2027 dan rencana kebijakan ekspor SDA satu pintu via BUMN yang memicu kejatuhan saham MEDC (-14,84%), DEWA (-11,64%), dan BRPT (-11,05%).
Setelah ditutup melemah 0,82% ke level 6.318,50 tertekan saham BRPT dan CUAN, IHSG dibuka rebound 0,55% ke 6.353,09 didorong penguatan saham perbankan seperti BBCA dan BMRI. MNC Sekuritas memproyeksikan rentang support indeks di 6.148-6.092 serta merekomendasikan buy on weakness untuk AADI, HRTA, dan MBMA.
IHSG anjlok 3,54% ke level 6.094,94 dengan 700 saham memerah akibat sentimen asumsi makro RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor komoditas SDA satu pintu via BUMN. Saham energi dan konglomerasi seperti MEDC, MBMA, DEWA, dan BRPT memimpin pelemahan dengan koreksi tajam di atas 11% hingga 14%.
IHSG anjlok 3,46% ke level 6.370,68 dan diproyeksikan MNC Sekuritas rawan melanjutkan pelemahan menuju kisaran 6.084-6.148. Tekanan jual berat dipimpin oleh saham CUAN (-13,33%), MBMA (-11,85%), dan DEWA (-11,82%).
Harga nikel naik 11,09% sepekan akibat gangguan produksi di Kaledonia Baru. Risiko pasokan mendukung harga, tetapi kelebihan pasokan Indonesia membatasi kenaikan.
IHSG naik 0,97% ke 7.317; penguatan dipimpin material dasar dan finansial, dengan saham nikel MBMA-INCO disorot.
Produksi MBMA mencapai 32.941 ton; harga jual melampaui AISC, mendukung profitabilitas. Komisioning pabrik AIM berlanjut, tetapi belum ada data pembanding untuk menilai pertumbuhan.
IHSG turun 0,64% sepekan; kenaikan BMRI, TPIA, dan ADRO menahan tekanan. BBCA, BBRI, dan BBNI menjadi pemberat.
BBRI turun 6,21% dan memperpanjang tren negatif; MBMA serta MPMX juga melemah. IHSG turun 1,67%, menandakan tekanan jual meluas.
Harga nikel naik 15,93% sebulan, berpotensi mengangkat ASP dan kinerja produsen seperti MBMA dan INCO. Dampak bergantung pada keberlanjutan harga global.
Emas rekor ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan permintaan aset aman; nikel melemah, membuat prospek emiten logam beragam.
Saham barang baku memimpin penguatan IHSG, didorong rebound komoditas dan minat pada emas sebagai aset safe haven. Reli luas, tetapi rentan volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian global.
Harga nikel turun 20,07% tahunan, meski naik 14,49% bulanan; tekanan harga membebani emiten. Integrasi tambang-hilirisasi MBMA memberi penyangga, tetapi belum menghapus risiko harga.
Prospek nikel bearish akibat permintaan China lemah dan kelebihan pasokan hingga 2028; harga mendekati biaya tunai produksi membatasi risiko penurunan lebih lanjut.
IHSG naik tipis 0,11% dan asing net buy Rp1,24 triliun pada Jumat, tetapi masih net sell Rp959,12 miliar sepekan. Tekanan jual asing terbesar menimpa MDKA, disusul saham pertambangan dan konsumer.
Asing net buy Rp478,56 miliar; aliran dana terkonsentrasi pada bank besar saat IHSG mencetak rekor. Momentum positif, tetapi ketergantungan pada arus asing meningkatkan risiko pembalikan.
IHSG naik tipis 0,11% dan asing net buy Rp1,24 triliun pada Jumat, tetapi masih net sell Rp959,12 miliar sepekan. Tekanan jual terbesar tertuju pada MDKA; saham turun lebih banyak daripada naik.
Pasokan nikel Indonesia menekan harga global, dengan pemerintah memperkirakan harga bertahan di bawah US$18.000/ton. Harga di bawah US$15.000 dapat memicu pemangkasan produksi smelter domestik.
Risiko defisit nikel meningkat jika izin tambang Indonesia terlambat dan pertumbuhan produksi turun. Pasokan ketat berpotensi menopang harga nikel.
Nikel naik 8,6% sepanjang Februari ke US$17.675/ton, ditopang penutupan posisi bearish dan kekhawatiran pasokan. Pemulihan harga mendukung emiten nikel, tetapi tren pasokan Indonesia tetap berisiko.
MBMA menerbitkan obligasi hingga Rp1,5 triliun untuk melunasi lebih awal utang US$80 juta ke UOB. Refinancing menjaga likuiditas, tetapi dampak biaya bunga belum jelas karena kupon belum ditetapkan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang untuk melakukan rebalancing indeks LQ45 selama tiga bulan sekali, dan empat saham baru masuk dalam indeks LQ45, yaitu MBMA, MTEL, PGEO, dan PTMP
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tersingkir dari indeks LQ45 karena parameter kuantitatif dan kualitatif, digantikan oleh empat saham baru: MBMA, MTEL, PGEO, dan PTMP
Saham MBMA, MTEL, PGEO, dan PTMP masuk dalam indeks LQ45, menggantikan saham INDY, SCMA, TBIG, dan TPIA