BP Tapera telah merealisasikan 184.342 unit KPR Subsidi FLPP senilai Rp23 triliun hingga 19 Oktober 2026, dengan total termasuk calon debitur mencapai 224.172 unit atau 64% dari target 350.000 unit, didukung 43 bank penyalur dan 8.287 pengembang.
PMI-BI triwulan III 2026 naik ke 52,28% dari 51,43% di triwulan sebelumnya, menunjukkan industri pengolahan tetap ekspansi dengan sub-sektor tertinggi pada barang galian bukan logam (55,79%) dan makanan-minuman (55,03%). Triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat lagi ke 52,37%.
Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya mundur karena pensiun, namun diusulkan menjadi Presiden Komisaris. Posisi Dirut diusulkan diisi oleh Wakil Dirut Jose Maria Magrina Vadillo, dengan RUPSLB dijadwalkan 3 Desember 2026.
Direktur Utama Indocement (INTP) Christian Kartawijaya mundur setelah 12 tahun menjabat karena pensiun, digantikan oleh Wakil Dirut Jose Maria Magrina Vadillo berdasarkan usulan Heidelberg Materials Group, dengan RUPSLB dijadwalkan 3 Desember 2026.
Kementerian ESDM mengalokasikan 154 juta ton batu bara untuk pembangkit listrik PLN pada 2026 melalui kebijakan DMO, ditambah 5 juta ton untuk industri semen, dengan total produksi nasional ditargetkan 700-an juta ton dari revisi RKAB 2026.
Artikel mengulas kilas balik sejarah kejatuhan Salim Group milik Sudono Salim saat krisis Mei 1998, termasuk penjarahan aset dan bank run besar-besaran yang sempat mengancam Bank Central Asia (BCA).
IHSG anjlok 3,54% (223,55 poin) ke level 6.094,94 dan mencatatkan pelemahan delapan hari beruntun akibat kekhawatiran wacana ekspor satu pintu via Danantara serta berlanjutnya arus modal keluar asing. Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis memperingatkan risiko pelemahan menembus ke bawah 6.000 menuju critical support 5.900 jika sentimen negatif bertahan.
RUPST INTP menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 1,53 triliun atau Rp 468 per saham dari total laba bersih Rp 2,2 triliun. Periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 3 Juni 2026 dengan pembayaran pada 19 Juni 2026.
Industri semen Tanah Air menghadapi over supply sebesar 55 juta ton, namun PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menerapkan strategi efisiensi energi dan meningkatkan pasar ekspor
Dividen LQ45 Rp17,82 triliun memberi katalis arus kas bagi pemegang saham; cum date ANTM dan PTBA 20 Mei, INTP 22 Mei. Dampak terbatas pada saham pembagi dividen, dengan penyesuaian harga saat ex-date.
Industri semen Indonesia menghadapi kelebihan pasokan dengan permintaan 65 juta ton dan kapasitas produksi 119 juta ton, menurut Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Christian Kartawijaya
Buyback hingga Rp895 miliar mendukung sentimen INTP dan persepsi valuasi; dividen Rp308,79 miliar menambah imbal hasil pemegang saham. Dampak terutama spesifik emiten.
INTP membagikan dividen Rp308,79 miliar atau Rp90 per saham, setara 15,83% laba bersih 2023. Laba tumbuh 5,97% YoY; dampak positif terbatas pada saham INTP.
Pendapatan INTP turun 3,84% dan laba bersih anjlok 35,90% yoy, mencerminkan tekanan margin serta kenaikan beban usaha. Sentimen negatif bagi INTP dan sektor semen.
Musim dividen Mei 2024 menopang minat pada saham pembagi dividen, terutama emiten tambang. Dampak pasar terbatas; harga saham dapat terkoreksi setelah ex-date.
Oversupply menekan laba kuartal I INTP dan SMBR, masing-masing turun 35,9% dan 47,6%. Prospek permintaan domestik 2024 tetap mendukung pemulihan, tetapi tekanan pasokan membatasi margin.
Laba SMGR, INTP, dan SMBR turun 16%–47,62% YoY akibat oversupply dan kenaikan bahan baku. Prospek kuartal II lemah; permintaan infrastruktur berpotensi menjadi penopang.
Laba INTP turun 35,9% YoY menjadi Rp238 miliar, tertekan pendapatan dan harga jual lebih rendah meski volume naik 2%. Sentimen negatif bagi saham INTP.
Laba SMGR dan INTP turun pada kuartal I/2024; INTP tertekan penurunan harga konsolidasi meski volume penjualan naik. Pasar semen domestik stagnan, dengan pertumbuhan curah belum mengimbangi kontraksi semen kantong.
Buyback emiten besar memberi dukungan sentimen dan potensi penahan harga, tetapi dampaknya terbatas pada masing-masing saham. Aksi korporasi tidak menghapus risiko volatilitas maupun menggantikan perbaikan fundamental.
Laba bersih SMGR turun 16% dan pendapatan turun 6,27% YoY akibat pelemahan pasar semen domestik. Efisiensi biaya dan pertumbuhan curah-ekspor hanya mengimbangi sebagian tekanan.
Mirae mempertahankan rekomendasi Buy INTP, tetapi laba 2024 diproyeksikan stagnan akibat hari kerja lebih sedikit dan konsumsi semen lemah pada semester I. Proyek infrastruktur menopang semen curah, dengan potensi kenaikan ASP pada semester II.
Biaya produksi INTP berpotensi lebih efisien berkat pasokan batubara DMO dan harga batubara yang melemah. Pertumbuhan tetap terbatas selama sektor properti lesu.
INTP mencatat volume penjualan 2023 naik 10% dan pangsa pasar domestik meningkat menjadi 27,3%, ditopang ekspansi serta akuisisi. Prospek positif, bergantung pada keberlanjutan permintaan dan realisasi efisiensi logistik.
Laba INTP naik 5,97% dan pendapatan 9,92% pada 2023; pangsa pasar meningkat, biaya per ton turun. Kinerja melampaui ekspektasi, mendukung prospek saham.
Kelanjutan IKN berpotensi menopang INTP dan SMGR; konsumsi semen domestik diproyeksikan tumbuh 2–3% pada 2024. Dampak bergantung pada realisasi proyek dan tekanan pasokan.
Liabilitas INTP naik 41% menjadi Rp8,68 triliun, terutama akibat akuisisi dan pinjaman jangka pendek Rp2 triliun yang jatuh tempo Desember 2024. Pendapatan tumbuh 9,93%, tetapi kenaikan utang menambah risiko refinancing.
Permintaan semen nasional masih 10% di bawah level prapandemi, menekan prospek volume dan utilisasi produsen. SMGR dan INTP paling terdampak karena dominasi pasar domestik.
Akuisisi Semen Grobogan memperkuat distribusi INTP di Jawa Tengah, menekan biaya logistik, dan mendorong pangsa pasar Januari ke 29,8%. Prospek didukung harga energi lebih rendah, meski penjualan bulanan turun 8,4%.
Penjualan INTP naik 7% pada Januari, didukung pertumbuhan Jawa dan kontribusi Semen Grobogan. Prospek positif, tetapi konsumsi semen nasional diperkirakan tumbuh terbatas 2–3%.