Menteri Senior Singapura K. Shanmugam menyoroti Asia Pulp & Paper (APP) milik Sinar Mas Group karena membeli produk dari tiga perusahaan yang menerima pemberitahuan hukum NEA terkait kebakaran lahan di Sumatera Selatan. Singapore Environment Council juga memberlakukan pembatasan sementara sertifikasi ramah lingkungan APP.
Menteri Senior Singapura K. Shanmugam mengancam akan menindak perusahaan terkait kebakaran lahan di Indonesia menggunakan instrumen hukum, regulasi, dan ekonomi, termasuk menekan keuntungan, akses pendanaan, dan reputasi. NEA telah mengirim pemberitahuan hukum kepada 10 perusahaan termasuk 4 pemasok Asia Pulp & Paper (APP), sementara sertifikasi ramah lingkungan APP terancam ditangguhkan.
IHSG ditutup turun 3,64% ke 4.996,61 dengan net sell asing Rp2,28 triliun, namun analis BNI Sekuritas Fanny Suherman memproyeksikan technical rebound ke 5.020-5.160 dengan catatan potensi koreksi lanjutan masih terbuka akibat ketidakpastian MSCI.
IHSG turun 3,64% ke 4.996,61 dengan net foreign sell jumbo Rp1,72 triliun di seluruh pasar, namun asing memborong saham-saham tertentu terutama BBNI (Rp95,87 miliar), INDF (Rp71,78 miliar), dan saham tambang seperti EMAS, MEDC, ANTM, INCO.
PMI-BI triwulan III 2026 naik ke 52,28% dari 51,43% di triwulan sebelumnya, menunjukkan industri pengolahan tetap ekspansi dengan sub-sektor tertinggi pada barang galian bukan logam (55,79%) dan makanan-minuman (55,03%). Triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat lagi ke 52,37%.
Pemerintah RI mendorong percepatan ratifikasi IEU-CEPA agar berlaku awal 2027, dengan potensi peningkatan ekspor hingga US$10,9 miliar. Komoditas unggulan meliputi kelapa sawit, kendaraan bermotor, kopi, kakao, karet, besi baja, kayu olahan, dan perikanan.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Sumatra-Kalimantan dengan El Nino Sangat Kuat (indeks Nino3.4 +3,33), ISPU mencapai level Hitam (>300) di 10 lokasi termasuk Bengkalis dan Siak (Riau), serta 4 petugas pemadam tewas di TNBTS Jawa Timur.
Kabut asap karhutla Indonesia akibat El Nino kuat meluas hingga Timor Leste yang menutup sekolah 3 hari, setelah sebelumnya juga berdampak ke Malaysia, Singapura, dan Filipina; ratusan ribu hektare hutan dan perkebunan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua terbakar.
INKP siapkan 3 instrumen utang baru untuk pelunasan surat utang jatuh tempo November 2026: obligasi Rp739,72 miliar (idA+, 21 Nov 2026), sukuk mudharabah Rp303,56 miliar (idA+(sy), 21 Nov 2026), dan obligasi USD 900.000 (idA+, 22 Nov 2026).
Wamenhut Rohmat Marzuki susun Rencana Investasi Nasional Hutan Produksi & Lindung 2026-2030 bersama MFP Fase 5; deforestasi turun 462 ribu ha (2019) ke 175 ribu ha (2024); target emisi -140 juta ton CO2e, ekspor kehutanan di atas baseline USD 12,6 miliar (2022).
IHSG ambruk 3,56% ke level 5.883,88 tertekan net sell asing sebesar Rp 1,17 triliun, meski saham BREN dan ANTM tetap diborong asing masing-masing Rp 219,49 miliar dan Rp 39,13 miliar. Sebanyak 611 saham ditutup di zona merah dengan koreksi terdalam dipimpin oleh sektor barang baku yang merosot 6,64%.
IHSG dibuka menguat tipis 0,03% ke level 6.208,45 didorong penguatan saham CUAN (+5,97%) dan BRPT (+4,05%). Namun, penguatan indeks tertahan oleh koreksi saham big banks seperti BBRI, BBCA, dan BBNI seiring antisipasi rebalancing MSCI serta tensi geopolitik global.
IHSG berpeluang mengalami technical rebound terbatas pada rentang 5.900-6.305 usai terkoreksi 8,35% dalam sepekan, didorong kondisi indikator RSI yang oversold serta sentimen damai AS-Iran. Analis Kiwoom dan BRI Danareksa merekomendasikan saham MBMA, ESSA, CPIN, dan INKP, sambil mengingatkan risiko pelemahan rupiah dan rebalancing MSCI.
IHSG berpeluang technical rebound terbatas di rentang 5.900–6.305 setelah jatuh 8,35% sepekan dan mencatat net foreign sell Rp 1,86 triliun. Analis Kiwoom Sekuritas merekomendasikan speculative buy untuk INKP (support Rp 7.600) dan MBMA (support Rp 420) di tengah risiko pelemahan rupiah ke Rp 17.712 per dolar AS.
IHSG turun tipis 0,16% dengan 356 saham melemah; asing net sell Rp406,99 miliar. Pembelian terkonsentrasi pada MDKA dan BBRI, meski asing masih net buy Rp1,73 triliun sepekan.
IHSG berpeluang menguat terbatas, tetapi diperkirakan tetap konsolidasi; data ekonomi stabil dan kinerja emiten menopang, sementara keputusan BI/Fed menambah ketidakpastian.
Suku bunga BI diperkirakan bertahan 6% pada semester I, sementara penurunan Fed baru diprediksi Juni/Juli. Ex-date dividen BMRI berpotensi menekan IHSG; pantau jadwal BBCA.
Saham barang baku memimpin penguatan IHSG, didorong rebound komoditas dan minat pada emas sebagai aset safe haven. Reli luas, tetapi rentan volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian global.
Bisnis-27 turun 0,48% meski 13 konstituen menguat; INKP memimpin, PGAS dan BMRI tertekan. Pergerakan mencerminkan pasar selektif, bukan pelemahan merata.
Prospek INKP dan TKIM positif, didukung permintaan, ekspansi, dan pemulihan harga pulp. Risiko harga komoditas, suku bunga, serta kurs membatasi kenaikan.
Prospek INKP menguat ditopang pemulihan harga pulp, potensi penurunan suku bunga, dan permintaan Tiongkok. Ekspansi kapasitas mendukung pertumbuhan, tetapi penerbitan obligasi besar menambah risiko pendanaan.
Prospek INKP positif, ditopang pemulihan harga pulp, potensi penurunan suku bunga, dan permintaan Asia. Ekspansi pabrik mendukung pertumbuhan, tetapi menambah risiko pendanaan dan eksekusi.