BREN menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun untuk buyback saham setelah harga saham tertekan tajam, menjadi salah satu dari 4 emiten (3 di antaranya Grup Barito Pacific milik Prajogo Pangestu) yang siap melakukan buyback.
Ketiga emiten Prajogo (PRJA), BRPT, dan BREN meluncurkan program buyback saham senilai total Rp2,5 triliun, masing-masing mengalokasikan dana untuk membeli kembali saham mereka dalam jangka waktu 12 bulan.
IHSG anjlok 1,33% ke level 5.863,78 dengan 567 saham melemah, meski investor asing justru melakukan net buy Rp567,96 miliar. 10 saham yang paling banyak dilepas asing antara lain ITMG (Rp33,83 miliar), GOTO (Rp22,51 miliar), dan TLKM (Rp17,92 miliar).
Riset Ciptadana Sekuritas Asia 15/10/2026 merekomendasikan speculative buy ARTO (target Rp870), CPIN (target Rp3.190), MYOR (target Rp1.540), dan buy on weakness UNVR (target Rp1.715), sementara IHSG diprediksi bergerak terbatas di 5.887–6.129 dengan kecenderungan melemah di tengah net sell asing Rp1,1 triliun.
IHSG turun 2,16% ke level 5.814,72 dengan net foreign sell Rp182,94 miliar. TLKM paling banyak dijual asing (Rp34,93 M), sementara BBCA paling banyak dibeli asing (Rp104,89 M).
IHSG anjlok 1,70% ke level 5.835,14 pada Selasa pagi, memperpanjang pelemahan tajam akibat tekanan jual pada 533 saham khususnya emiten konglomerasi seperti DSSA, TPIA, BRPT, BREN, BYAN, dan MORA.
MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG rawan terkoreksi sepekan ke depan menguji level support 5.973 dan resistance 6.227 akibat rilis data inflasi AS, arah suku bunga The Fed, serta potensi pelemahan nilai tukar Rupiah.
Kejatuhan saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu seperti BREN (-9,26%), TPIA (-6,87%), dan BRPT (-3,56%) menekan IHSG anjlok 1,94% ke level 5.975,28. Koreksi tajam ini turut menyeret 559 saham ke zona merah dengan nilai transaksi mencapai Rp6,03 triliun.
Riset MNC Sekuritas: IHSG pekan depan berpeluang menguat menguji gap 6.227-6.231 (tutup Jumat +1,04% ke 6.093 dengan volume pembelian; weekly +0,94% namun belum break MA20); waspadai koreksi ke 5.850-5.911 jika break 5.973; saham dicermati: BRPT Buy on Weakness 1.300-1.390 (target 1.505, 1.630; stoploss di bawah 1.270) dan BUMI Trading Buy 174-177 (target 192, 208; stoploss di bawah 171).
IKN Kalimantan Timur ditetapkan menjadi tuan rumah 3rd Borneo Economic Forum 2027; tongkat estafet diserahkan dari Co-Chair Borneo Economic Community Arsjad Rasjid kepada Kepala OIKN Basuki Hadimuljono pada gala dinner BEF 2026 di Kuching, menegaskan posisi Nusantara sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru Borneo pada tahap kedua pembangunan 2025-2029.
Investor asing mencatatkan net sell Rp976,66 miliar pada sesi I pasca peninjauan klasifikasi MSCI, memicu IHSG anjlok 1,62% ke 6.002,20 dengan tekanan jual terbesar pada BBRI dan TPIA, meski BREN dibeli Rp107,79 miliar.
Pergerakan saham energi dan komoditas cenderung stagnan dengan minimnya katalis baru di pasar. Sentimen investor saat ini wait-and-see menunggu arah kebijakan moneter global.
Pasar berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas rendah di tengah stabilitas nilai tukar Rupiah. Sentimen investor cenderung wait-and-see menunggu arah kebijakan moneter global lebih lanjut.
Pasar menunjukkan stabilitas dengan volatilitas rendah dan aliran modal asing yang netral. Fokus investor tetap pada sektor energi di tengah kondisi makro yang stabil.
Pasar menunjukkan stabilitas dengan volatilitas rendah dan aliran modal asing yang netral. Fokus investor tetap tertuju pada sektor energi di tengah kondisi makro yang stabil.
Pasar menunjukkan stabilitas dengan aliran modal asing yang netral dan volatilitas rendah. Sektor energi tetap menjadi penggerak utama di tengah kondisi makro yang stabil.
IHSG terkoreksi 1,22% ke level 6.130,19 diiringi net sell jumbo asing senilai Rp 1,6 triliun, meskipun saham JPFA dan FILM tetap diborong asing masing-masing Rp 264,97 miliar dan Rp 238,62 miliar.
IHSG dibuka menguat tipis 0,03% ke level 6.208,45 didorong penguatan saham CUAN (+5,97%) dan BRPT (+4,05%). Namun, penguatan indeks tertahan oleh koreksi saham big banks seperti BBRI, BBCA, dan BBNI seiring antisipasi rebalancing MSCI serta tensi geopolitik global.
TPIA mengonfirmasi BRPT dan Prajogo Pangestu menjaminkan total 3,67 miliar saham (4,25%) kepada BBNI, BBTN, dan HSBC untuk jaminan fasilitas kredit perbankan non-margin. Manajemen menegaskan hal ini tidak berdampak material terhadap struktur kepemilikan perseroan dan pinjaman BRPT dari Bangkok Bank telah dilunasi.
IHSG anjlok 1,23% ke level 6.130,19 akibat eskalasi geopolitik AS-Iran dan depresiasi rupiah ke Rp 17.796 per dolar AS. Tekanan jual membebani 447 saham, dipimpin kejatuhan saham INCO (-10,68%), ASII (-8,48%), dan AMRT (-8,11%).
IHSG anjlok 1,23% ke level 6.130,19 terbebani koreksi tajam saham big cap seperti INCO (-10,68%), ASII (-8,48%), dan AMRT (-8,11%). Sebanyak 461 saham ditutup melemah di tengah ketidakpastian negosiasi Iran-AS dan sentimen rebalancing indeks MSCI.
IHSG tertekan 0,91% ke level 6.149,68 pada sesi I seiring pelemahan 396 saham, dipicu koreksi terdalam sektor perindustrian (-2,08%). Saham AMRT (-8,9%), ASII (-5,4%), dan MBMA (-4,4%) menjadi penekan utama dalam jajaran top losers LQ45.
Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 823,3 miliar di sesi 1 yang menekan IHSG turun 0,91% ke level 6.149,68. Tekanan jual asing terbesar terkonsentrasi pada saham perbankan jumbo, yakni BBCA sebesar Rp 232,2 miliar dan BBRI senilai Rp 138,1 miliar.
IHSG dibuka menguat 0,14% ke level 6.214,95 pada perdagangan Selasa pagi, ditopang kenaikan 330 saham dengan CUAN (+8,02%), BRPT (+5,41%), dan EMTK (+2,31%) sebagai top gainers LQ45.
Meski IHSG anjlok 8,35% dalam sepekan ke level 6.162,04 dan mencatat net sell asing Rp 2,03 triliun, investor asing terpantau mengakumulasi saham tambang dan energi seperti MDKA (Rp 691,09 miliar), BRMS (Rp 414,27 miliar), dan BUMI (Rp 413,08 miliar).
IHSG menguat 0,93% ke level 6.219,34 pada penutupan Sesi I didorong kenaikan 511 saham dan lonjakan sektor transportasi sebesar 4,19%, dengan ADMR, MDKA, dan SCMA memimpin penguatan di indeks LQ45.
Tekanan jual masif pada saham-saham konglomerasi Prajogo Pangestu dan emiten komoditas menjadi katalis utama pelemahan IHSG secara mingguan. Koreksi tajam pada konstituen berkapitalisasi besar (big caps) seperti TPIA, BREN, dan AMMN mengindikasikan adanya aksi profit taking atau rebalancing portofolio institusi yang signifikan.
IHSG rebound 1,10% setelah turun delapan hari, tetapi masih melemah 8,35% sepekan. Asing tetap net sell Rp2,03 triliun sepekan; BBCA dan BMRI paling banyak dijual.
TPIA mengklarifikasi bahwa BRPT dan Prajogo Pangestu menjaminkan 3,675 miliar saham (4,24%) ke BBNI, BBTN, dan HSBC untuk fasilitas kredit perbankan biasa, bukan fasilitas margin. Manajemen menegaskan transaksi tersebut tidak berdampak material terhadap struktur kepemilikan dan pengendalian perseroan.
IHSG anjlok 3,54% ke level 6.094,94 tertekan asumsi RAPBN 2027 dan rencana kebijakan ekspor SDA satu pintu via BUMN yang memicu kejatuhan saham MEDC (-14,84%), DEWA (-11,64%), dan BRPT (-11,05%).
IHSG ambruk 1,87% ke level 5.980,85 menembus ke bawah level psikologis 6.000 dengan 473 saham memerah di awal perdagangan. Pelemahan LQ45 dipimpin oleh anjloknya CUAN sebesar 10,65%, MEDC 7,20%, dan EMTK 5,97%.
IHSG anjlok 3,54% ke level 6.094,94 dengan 700 saham memerah akibat sentimen asumsi makro RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor komoditas SDA satu pintu via BUMN. Saham energi dan konglomerasi seperti MEDC, MBMA, DEWA, dan BRPT memimpin pelemahan dengan koreksi tajam di atas 11% hingga 14%.
IHSG anjlok 2,76% ke level 6.144,35 pada Sesi I tertekan kejatuhan seluruh sektor, terutama barang baku (-6,49%) dan energi (-5,02%). Sebanyak 601 saham terkoreksi dengan BRPT (-12,50%), CUAN (-9,32%), dan MEDC (-9,03%) memimpin jajaran top losers di LQ45.
Rupiah melemah ke level Rp 17.667 per dolar AS meski BI Rate dinaikkan menjadi 5,25%, dipicu oleh kekhawatiran arus modal keluar dan tekanan harga minyak global. Pasar skeptis terhadap efektivitas kenaikan suku bunga dalam menahan pelemahan nilai tukar tanpa dukungan stabilitas fiskal.
IHSG ambruk 2,76% ke level 6.144,36 pada sesi I terseret kejatuhan saham grup Prajogo Pangestu seperti TPIA (-14,66%), BRPT (-12,5%), PTRO (-11,5%), dan BREN (-10,75%) akibat delisting dari indeks MSCI. Tekanan jual kian diperberat oleh kenaikan BI Rate 50 bps menjadi 5,25% serta kekhawatiran regulasi terkait pembentukan badan ekspor komoditas.
IHSG berbalik anjlok 2,16% ke level 6.181,77 pada pukul 09.45 WIB akibat tekanan jual masif di hampir seluruh sektor, terutama saham komoditas seperti MEDC yang anjlok 9,03%, BRPT turun 8,72%, dan CUAN melemah 8,47%.
Laba bersih TAPG pada kuartal I-2026 turun 8% yoy menjadi Rp 767 miliar akibat penurunan produksi TBS ke 698.000 ton, namun kinerjanya diproyeksikan rebound berkat harga CPO tinggi di kisaran MYR 4.200-4.600 dan katalis B50 dengan rekomendasi Buy di target Rp 2.200.
Setelah ditutup melemah 0,82% ke level 6.318,50 tertekan saham BRPT dan CUAN, IHSG dibuka rebound 0,55% ke 6.353,09 didorong penguatan saham perbankan seperti BBCA dan BMRI. MNC Sekuritas memproyeksikan rentang support indeks di 6.148-6.092 serta merekomendasikan buy on weakness untuk AADI, HRTA, dan MBMA.
IHSG anjlok tajam 3,54% (-223,56 poin) ke level 6.094,94 dengan nilai transaksi mencapai Rp18,03 triliun dan 700 saham tercatat melemah. Tekanan jual masif ini dipimpin oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti ASII, BRMS, BYAN, dan MORA saat bursa Asia lainnya justru mayoritas menguat.
IHSG anjlok signifikan 3,54% atau 223,55 poin ke level 6.094,94 dengan 663 saham melemah dan sektor energi anjlok paling dalam sebesar 6,91%. Saham MEDC (-14,84%), DEWA (-11,64%), dan BRPT (-11,05%) memimpin pelemahan sebagai top losers di indeks LQ45.
Kekayaan Prajogo Pangestu anjlok 52,45% (US$15 miliar) sepanjang tahun akibat rontoknya saham Grup Barito, dipimpin BREN yang ambles 62,27% dalam sebulan usai didepak dari indeks MSCI karena isu konsentrasi kepemilikan saham (HSC) 97,31%. Kejatuhan saham-saham seperti CUAN (-65,15%), TPIA (-47,21%), dan BRPT (-27,64%) telah memangkas total kapitalisasi pasar grup Barito lebih dari Rp1.400 triliun dari titik tertingginya.
Saham-saham grup Prajogo Pangestu seperti TPIA (-14,66%), BRPT (-9,59%), dan BREN (-9,32%) anjlok akibat sentimen keluarnya emiten dari indeks MSCI. Aksi jual ini memicu potensi passive fund outflow dan melenyapkan kapitalisasi pasar grup tersebut lebih dari Rp1.400 triliun dari puncaknya.
IHSG melemah 0,82% ke level 6.318,50 tertekan kekhawatiran kebijakan ekspor komoditas SDA satu pintu melalui BUMN untuk batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy yang diumumkan Presiden Prabowo. Saham komoditas swasta seperti BRPT (-10,18%), CUAN (-9,23%), dan BUMI (-6,99%) anjlok akibat potensi penurunan margin, meski emiten BUMN PTBA justru naik 6,42%.
Harta kekayaan Prajogo Pangestu melonjak drastis menjadi US$ 72,9 miliar atau setara Rp 1.173,25 triliun, membuatnya menempati posisi ke-22 orang terkaya di dunia
Saham-saham terkait Prajogo melonjak 11–37% dalam sepekan, mengangkat nilai kekayaannya. Reli terkonsentrasi pada grup usaha, bukan sinyal penguatan pasar luas.
Prajogo Pangestu, pemilik Grup Barito Pacific, memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 71,1 miliar atau Rp1.134 triliun dan menjadi orang terkaya ke-24 di dunia
Lima saham Prajogo mencapai kapitalisasi Rp2.455,62 triliun, hampir 19,77% total BEI, ditopang rekor harga. Kenaikan memperkuat sentimen, tetapi konsentrasi dan valuasi tinggi meningkatkan risiko koreksi.
Lima saham Prajogo Pangestu menguasai 19,77% kapitalisasi BEI; kenaikannya turut mengangkat IHSG 3,22%. Reli menopang indeks, tetapi konsentrasi tinggi memperbesar risiko koreksi dan distorsi kinerja pasar.
Kekayaan Prajogo melonjak US$4,4 miliar, mencerminkan reli kuat saham-saham grup Barito. BRPT aktif diperdagangkan; kenaikan kekayaan bukan sinyal fundamental pasar luas.
Bisnis-27 naik 1,27%, sejalan IHSG yang menguat 0,97%; INCO, BRPT, ANTM memimpin kenaikan. Penguatan terbatas: saham naik dan turun nyaris seimbang, dengan risiko koreksi IHSG tetap ada.