MSCI mempertahankan status Emerging Market Indonesia tetapi memperingatkan potensi penurunan ke Frontier Market pada November 2026 akibat isu transparansi dan free float, serta menyoroti 13 saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) termasuk BREN (97,31%) dan DSSA (95,76%).
Daftar saham High Shareholding Concentration (HSC) BEI membengkak menjadi 13 emiten, termasuk BREN, DSSA, TCPI, dan WBSA, menyusul evaluasi MSCI terkait risiko keterinvestasian dan minimnya transparansi free float bursa RI.
BEI berdiskusi dengan salah satu emiten High Shareholding Concentration (HSC) terkait upaya peningkatan distribusi saham ke publik, di mana sejumlah emiten tercatat memiliki konsentrasi kepemilikan sangat tinggi seperti BREN (97,31%) dan DSSA (95,76%).
Emisi obligasi korporasi 2024 diperkirakan Rp148,15–169,05 triliun, didorong jatuh tempo naik menjadi Rp153,1 triliun. Penurunan suku bunga berpotensi menekan biaya refinancing; tambahan pasokan dapat menahan kenaikan harga obligasi.
Emisi obligasi korporasi diproyeksi Rp148,15 triliun, didorong kebutuhan refinancing yang meningkat. Permintaan diperkirakan naik; Indosat menyatakan akan melunasi obligasi jatuh tempo memakai kas internal.